RADIO ISLAM
DAFTAR ISI BLOG
SMS GRATIS
ANDA PENGUNJUNG KE
Rabu, 26 Oktober 2011
Kamis, 06 Oktober 2011
Kamis, 08 September 2011
Minggu, 04 September 2011
Selasa, 08 Desember 2009
Menyambung mengenai bagaimana membedakan Ubi Cilembu yang asli dengan yang palsu, ternyata cukup mudah untuk membedakannya baik ubi masih dalam kondisi mentah maupun sudah matang.Ubi Cilembu yang asli dikenal dengan nama yang berbeda untuk tiap daerah, namun pada dasarnya mengacu pada ubi yang sama. Ada yang menyabutnya ubi menes, nirkum juga ada yang menyebutnya ubi arnet. Sedangkan nama ubi yang palsu biasanya disebut ubi inul, bagolo, dan lirti. Jenis ubi palsu inilah yang sekarang ini justru banyak dipasarkan. Sebagai acuan untuk kawan-kawan yang mungkin ingin membeli Ubi Cilembu bisa memperhatikan rincian berikut. Untuk Ubi Cilembu yang asli maka akan ditemukan secara samar/tampak jelas tekstur urat pada kulitnya seperti yang terlihat pada gambar. Kulitnya cenderung berwarna kuning kemereh-merahan dan sedikit kusam serta bersisik halus, warna bagian dalamnya jika dibelah juga akan berwarna kuning kemerah-merahan. Untuk ubi yang palsu biasanya warna kulitnya pucat, tidak terdapat tekstur urat maupun sisik, dan jika dibelah warna bagian dalamnya kuning keju atau bahkan putih. Nah sekarang sudah jelas dan mengerti bagaimana membedakannya bukan ? Nah, sekarang jangan tertipu lagi dengan harga yang murah ya kawan.. * terima kasih untuk saudara Ayung dari Ayung Jaya atas ketersediaannya untuk berbagi pengetahuan, semoga bermanfaat bagi yang lain. Permalink Tinggalkan sebuah Komentar * Harga Tidak Pernah Bohong Kawan… Februari 9, 2009 at 3:57 am (- Ubi Cilembu) Mungkin diantara kawan-kawan sudah ada yang pernah melintasi jalur Puncak, Nagrek, Tanjungsari, ataupun Padalarang bersama keluarga.. Disana banyak sekali kita jumpai penjual-penjual eceran “Ubi Cilembu”. Hal yang terbayang pertama kali bagi yang pernah merasakannya pastilah ubi yang manis dengan rasa yang khas. Tapi kawa-kawan mungkin juga tidak sadar atau malah tidak tahu bahwa sebenarnya Ubi Cilembu yang beredar dipasaran saat ini sebagian besar adalah palsu. Yup. Palsu. Bukan tanpa bukti, karena ini berdasarkan penuturan penjual serta petani ubi itu sendiri. Hal ini disebabkan karena masa panen Ubi Cilembu yang asli itu memakan waktu hingga minimal 6 bulan, sedangkan ubi yang palsu hanya sekitar 3-4 bulan. Karena banyaknya permintaan dalam skala besar dan jumlah pasokan yang tidak terlalu produktif maka banyak petani yang kemudian beralih untuk menanam ubi yang sudah direkayasa (kawinan) untuk mendongkrak produksi mereka. Hal ini tentu saja mengurangi kualitas dari ubi itu sendiri, dan keberadaan Ubi Cilembu yang asli saat ini sudah mulai sulit didapatkan. Tak banyak sekarang ini petani yang secara permanen menanam Ubi Cilembu yang asli, dan kalaupun ada jumlah produksinya juga tidaklah sebanyak produktifitas ubi palsu. Namun dari sini muncul tren baru. Ubi Cilembu yang asli kini harganya melambung hingga mencapai harga antara Rp. 4.500 – Rp. 5.000 / kg ditingkat petani. Harga yang tinggi ini awalnya mendapat keluhan dari para supllier/distributor Ubi Cilembu karena mereka juga harus mengeluarkan biaya pengeluaran yang lain sehingga harga ditingkat supllier mencapai Rp. 6.500 – Rp. 7.000 / kg, tapi sekarang masalah itu sudah tidak begitu dipermasalahkan lagi, karna biar bagaimanapun kualitas Ubi Cilembu yang memang jauh lebih baik ketimbang ubi yang palsu tidak lagi bermasalah pada harga yang tinggi, bahkan angka permintaan ekspor tiap tahunnya semakin meningkat. “Permintaan untuk pasar ekspor mulai meningkat lagi sejak pertengahan tahun 2008 lalu” tutur saudara Ayung, salah satu supllier dan produsen agro di Bandung. Permintaan biasanya datang dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Brunei Darrussalam, Jepang, Hongkong, Cina dan Korea. Hanya saja permasalahannya adalah keterbatasan sarana dan kemampuan para petani untuk melakukan kegiatan ekspor. Harga Ubi Cilembu yang asli memang tidak bisa disetarakan dengan ubi yang palsu, jadi memang jika kawan-kawan mendapati Ubi Cilembu yang kawan beli dengan harga yang murah mungkin itu bukan yang asli, karena harga tidak pernah bohong kawan…sumber http://infobisnisukm.wordpress.com
Read More.. Read More..Di Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, ubi jalar (Ipomoea batatas L. Lamb) telah lama dikenal dan dibudidayakan secara turun-temurun. Di Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, ubi jalar (Ipomoea batatas L. Lamb) telah lama dikenal dan dibudidayakan secara turun-temurun.Ubi jalar varietas Cilembu yang terkenal dengan sebutan ubi Cilembu telah dikenal tidak hanya di daerah Sumedang, tetapi hampir dikenal di seluruh Jawa Barat dan sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Ubi Cilembu memiliki rasa yang khas, manis seperti madu dan legit, struktur dagingnya kenyal dan menarik. Sebagai varietas unggul, ubi Cilembu memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan digemari oleh pelaku usaha tani dan konsumen. Salah satu faktor penghambat dalam budidaya ubi Cilembu ini adalah adanya serangan hama. Hama penting yang menyerang ubi dipertanaman dan dapat mengurangi kualitas cita rasa ubi Cilembu adalah adanya serangan hama boleng/lanas (Cylas formicarius Fabr.). Adanya serangan hama ini menyebabkan rasa ubi menjadi pahit dan tidak enak untuk dimakan. Hama ini menyerang ubi semenjak dari lapangan dan berlanjut di tempat penyimpanan yang sangat merugikan dan mempengaruhi ciri khas rasa ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan daerah yang telah dikenal masyarakat luas. Melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 1224/Kpts/TP.240/2/2001, ubi Cilembu dikukuhkan sebagai ubi jalar Varietas Unggul. Pengembangan budidaya tanaman dan perluasan lahan terus dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, dan hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya peningkatan serangan hama dan mendorong munculnya hama-hama baru yang sangat merugikan. Kehadiran spesies serangga hama ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan biotik dan abiotik sehingga jumlah populasi hama pada suatu daerah dapat berbeda. Desa Cilembu terletak di Kecamatan Pamulihan berjarak 6 Km dari pusat Kecamatan, 15 Km dari pusat Kabupaten, memiliki ketinggian antara 800 – 900 m di atas permukaan laut (dpl.) dengan curah hujan 3.528 mm/tahun. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Cigendel, sebelah selatan dengan Desa Mekar Bakti, sebelah barat dengan Desa Cinanggerang, dan sebelah timur dengan Desa Haurgombong. Luas Desa ± 352,2 Ha, dan 60 Ha merupakan areal pertanaman ubi (Monografi Desa, 2004). Varietas ubi yang ditanam kebanyakan adalah varietas Nirkum dan Eno, dengan rata-rata hasil panen pada tahun 2004 ± 10 ton / Ha (Monografi Desa, 2004). Areal pertanaman ubi merupakan tegalan atau sawah yang tidak ditanami padi. Pertanaman umumnya dilakukan dengan pola: padi/palawija – ubi, bibit ubi yang digunakan berasal dari stek tanaman, jarak tanam yang digunakan yaitu 110 x 20 cm. Pemupukan dilakukan sekali selama satu musim tanam yaitu pada saat pembuatan guludan, atau ketika tanaman berumur 1,5 – 2 bulan, pupuk yang digunakan adalah TSP, KCL, NPK, dan pupuk kandang.sumber http://radesa.wordpress.com
Read More.. Read More..Sabtu, 21 November 2009
Cara Memperbanyak Anggrek
Ada 2 cara, yaitu:
1. Dengan Biji
2. Dengan organ Vegetatif
1. Perbanyakan dengan Biji
Biji diperoleh dari buah anggrek yang sudah cukup masak. Masaknya buah anggrek berbeda menurut jenisnya. Berikut, informasi masaknya beberapa jenis buah anggrek.
Dendrobium : masak buahnya 4 bulan tetapi dapat dipetik dan biji ditabur pada umur buah 3 bulan
Phaleonopsis : masak buahnya 4 bulan tetapi dapat dipetik dan biji ditabur pada umur buah 3 bulan
Vanda : masak buahnya 8 bulan tetapi dapat dipetik dan biji ditabur pada umur buah 6 bulan
Cattleya : masak buahnya 9 – 10 bulan juga dapat dipetik dan biji ditabur pada umur buah 8bulan
Kemudian, biji disemai dipersemaian. Persemaian dapat dilakukan dalam botol, toples atau gelas yang khusus atau bisa juga dalam lemari kaca. Tetapi biasanya persemaian dilakukan dalam botol bening seperti yang banyak kita jumpai di toko dan penjual anggrek, karena lebih praktis. Sebagai media persemaian, di gunakan agar-agar yang telah di¬beri unsur hara dan vitamin secukupnya.
Beberapa media semai dapat digunakan, diantaranya sebagai berikut:
A. Resep Chang
1. Minyak ikan 1,5 sendok teh
2. Pepton 1 sendok teh
3. Gula pasir 5,5 g
4. Agar-agar 15 g
5. Air bersih 1000 cc
Media ini cocok untuk persemaian Dendrobium, Arachnis, dan Vanda
B. Resep Alami
1. Air tomat segar 10 g
2. Air kelapa 1000 cc
3. Agar-agar 15 g
Mengapa biji anggrek tidak dapat ditanam pada media biasa ?
Ini karena biji anggrek tidak mempunyai lembaga atau cadangan makanan. Oleh karena itu, biji anggrek harus disemai pada media yang mengandung unsur hara yang bisa segera digunakan oleh benih anggrek yang akan tumbuh. Pada anggrek terdapat protocorm, yaitu suatu jaringan yang terdapat pada biji anggrek, dimana akar, tunas, dan batang tidak dapat dibedakan. Protocorm ini dapat tumbuh menjadi kecambah asal tersedia cukup unsur hara untuk kebutuhannya.
2. Perbanyakan dengan organ Vegetatif
Perbanyakan anggrek secara vegetatif dapat dilakukan dengan empat cara yaitu setek, pemecahan rumpun, pemotongan keiki, dan pemotongan anakan. D engan cara vegetatif ini, kita akan memperoleh bibit tanaman yang mempunyai sifat yang sama seperti induknya. Berikut akan diterangkan cara-cara melakukan perbanyakan secara vegetatif:
A. SETEK PUCUK
Perbanyakan dengan cara setek cocok dilakukan pada anggrek berbatang satu (monopodial). Contohnya Arachnis, Aranthera, Renanthera, dan Vanda. Perbanyakan anggrek monopodial dilakukan dengan memotong setek pucuk atau setek ujung batang. Bagian yang terpotong minimal mempunyai dua akar, tanpa mengurangi jumlah daun. Sisa batang bawah tetap dipelihara karena dapat mengeluarkan beberapa tunas baru. Bila tunas baru sudah membentuk daun dan mengeluarkan minimal 2 akar maka tunas anakan dapat dipotong dan digunakan sebagai bibit.
Cara penanaman setek pucuk sebagai berikut.
a. Di pot
Sebelum ditanami, dasar pot lebih dahulu diisi pecahan batu bata atau genting setinggi sepertiga bagian. Pecahan batu-bata atau genting berfungsi untuk menjaga kelembapan agar tetap tinggi. Juga sebagai pemberat agar pot tidak mudah rebah. Selanjutnya, pot tersebut diisi media tumbuh sabut kelapa, arang, pakis, atau sejenisnya. Setek ditanam tepat dibagian tengah. Penanaman dalam pot umumnya dilakukan pada anggrek monopodial yang bersifat epifit seperti Vanda berdaun lebar (Vanda daun).
b. Di bedengan
Di sepanjang jalur penanaman diberi batu-bata atau genting agar media tumbuh tidak keluar dari bedengan. Karena sifat pertumbuhan anggrek monopodial cenderung tumbuh ke atas tanpa batas maka diperlukan penyangga yang terbuat dari kayu, bambu, besi, atau sejenisnya. Media tumbuh yang digunakan pada umumnya berupa serutan kayu, sabut kelapa, atau sejenisnya. Di bagian atas media tumbuh kadang ditambahkan pupuk kandang atau kompos yang sudah steril. Setelah itu dicampur dengan pupuk buatan NPK 0,1-0,2%. Penyiraman dapat dilakukan sehari setelah penanaman. Lakukan pada pagi hari pukul 06.00-07.00 dan sore hari pukul 17.00 – 18.00. Pemberian pupuk majemuk dapat diberikan seminggu setelah penanaman. Pupuk itu dilarutkan dan disemprotkan ke seluruh bagian tanaman dengan dosis 0,1-0,2% setiap dua kali seminggu. Pemberian tambahan pupuk buatan dalam bentuk granula dapat dilakukan setiap 1-2 bulan sekali atau sesuai anjuran yang diletakkan di atas media tumbuhnya.
B. PEMISAHAN RUMPUN
Pemecahan atau pemisahan rumpun dilakukan pada anggrek berbatang banyak (simpodial). Contohnya Cattleya, Cymbidium, Dendrobium, dan Oncidium. Perbanyakan anggrek simpodial dilakukan melalui pemisahan atau pemecahan rumpun.
Pemisahan rumpun dapat dilakukan bila pot telah penuh dan padat oleh tunas anakan. Tunas anakan itu kemudian dipisahkan dari tanaman induknya. Anakan yang dipisah sebaiknya memiliki 3 anakan dan bagian dasar dari anakan (rhizome) harus tetap saling berhubungan antara yang satu dengan lainnya. Semua akar yang tidak aktif atau akar tua dibuang sehingga anakan tampak seperti tidak berakar.
Cara penanamannya, dasar pot diisi dengan pecahan batu-bata atau genting setinggi sepertiga bagian. Di atasnya diisi lagi dengan media tumbuh setinggi sepertiga bagian. Selanjutnya anakan tersebut ditanam dengan mengatur posisi. Anakan yang paling tua diletakkan di dekat atau menempel pada bibir pot bagian pinggir atas. Dengan cara ini pertumbuhan tunas anakan dapat mengisi seluruh permukaan bagian pot. Apabila anakan yang tua diletakkan di bagian tengah pot maka pertumbuhannya akan tidak seimbang. Sebelum anakan ditanam, pangkalnya terutama luka bekas potong dicelup sekilas dalam larutan fungisida atau bakterisida. Apabila kesulitan mengeluarkan anakan karena sangat keras melekat erat di pot dan media maka pot sebaiknya dipecahkan. Hati-hati untuk menghindari kerusakan atau putusnya anakan. Penyiraman dilakukan kurang lebih 3-4 hari setelah penanaman. Adapun pemupukan dilakukan kurang lebih seminggu setelah penanaman.
C. PEMOTONGAN KEIKI
Keiki adalah anakan yang keluar dari batang atau pseudobulb. Contohnya Dendrobium. Keiki ini bila telah membentuk tanaman seutuhnya lengkap dengan akarnya, maka keiki terse¬but dapat dipisahkan dari induknya dengan cara memotongnya dengan pisau yang tajam. Penanamannya sama seperti anggrek epifit umumnya.
D. PEMOTONGAN TUNAS ANAKAN
Walaupun jarang terjadi, tetapi adakalanya ujung akar atau tangkai bunga Phalaenopsis muncul tunas anakan. Tunas anakan tersebut dapat dipotong dan ditanam. Nantinya, tunas akan berkembang menjadi tanaman dewasa.oleh emhata
Jumat, 20 November 2009
Dua tahun yang lalu euphorbia pernah booming di negeri kita. Harga dipasaran termurah saja minimal Rp. 30 ribu/ pot. Namun seiring dengan semakin banyaknya penangkar, maka jatuh pula harganya. Namun jangan lantas ditinggalkan.
Jika anda termasuk pecinta setia euphorbia, dengan sentuhan sedikit sudah akan merubah nuansa dan keindahan euphorbia kita.
Coba Anda ganti pot hitam yang menjadi media dengan pot yang lebih bagus. Bila kantong kita hanya pas-pasan dan eman-eman untuk membeli pot keramik, tidak ada salahnya bila tanaman berduri tersebut kita belikan dengan pot plastik yang berwarna. Misal kita ambil tanaman yang mempunyai tinggi sekitar 15 cm.Tentunya tanaman yang sudah berbunga. Lantas kita gunakan pot yang sewarna dengan warna bunganya. Pasti terlihat cantik dan anggun. Kita bisa tempatkan dimeja teras atau meja tamu. Pasti nuansa baru akan muncul, cantik, elegan dan eksklusif.
Tanaman Pembunuh
Ada yang sering terlewatkan bila melihat keindahan tanaman gurun berduri ini. Sekarang coba kita amati pada tangkai bunganya. Kita raba persis pada tangkai dibawah bunganya. Maka akan terasa lengket seperti ada pulut yang menyelimuti tangkai bunga bak pulut yang ditempel pak tani pada orang-orangan perangkap kancil dongeng saat kita kecil dulu. Tangkai bunga tersebut terlihat basah seakan mengeluarkan cairan madu dengan aroma yang khas. Warna cairan dan aroma tersebut ternyata mengundang serangga kecil mendekat untuk menghisap madu dan rasa manisnya. Nah… saat serangga tersebut hinggap, maka tamatlah riwayatnya. Karena dia akan terjebak lengket pada tangkai bunga dan tentu akan mati secara perlahan. Bangkai serangga yang menempel tersebut menjadi nutrisi dan sari makanan pada tanaman euphorbia selain makanan yang diambil dari akarnya.
Bunga Keberuntungan euphorbia.jpg
Euphorbia memang sangat cantik dan eksotis. Bunganya muncul sangat semarak bila terkena sinar matahari penuh. Dengan bentuk bunga seperti angka delapan, maka tak heran banyak yang menganggap dengan menanam bunga berduri ini sebagai bunga yang dapat mendatangkan keberuntungan. Coba lihat lebih detil. Duri yang melindungi batangnya juga terlihat kokoh. Duri-duri ini juga dianggap sebagai penolak bala. Tentunya bagi yang mempercayainya. Sedang yang tidak percaya, anggaplah sebagai penghias rumah yang terlihat cantik menawan.
Trik Menanam Euphorbia
Tananam cantik ini mempunyai spesies lebih dari 2000. Sebagian memang berasal dari dataran Afrika dan Madagaskar. Daerah yang terkena sinar matahari penuh. Maka bunga ini mudah beradaptasi di Indonesia.
Kami berikan cara cepat menanam dan memperbanyak euphorbia. Walau banyak cara misalnya dengan cara tanam biji, sambung, stek maupun cara lain. Dibawah ini cara stek yang kami pilih. Selain praktis juga kita dapat mengetahui secara pasti jenis maupun warna bunganya. sesuai yang kita kehendaki.
1.
Potong cabang yang sehat kira-kira setinggi 10 – 15 cm
2.
Siapkan pot yang sepadan dengan bakal tanaman. Usahakan lobang pot dibawah lancar agar air tidak berlebihan yang dapat menakibatkan pembusaukan.
3.
Siapkan media tanam berupa tanah, pasir dan sekam. Taburkan dan campur dengan butiran pupuk lambat secukupnya (jangan berlebihan).
4.
Tanam batang euphorbia dengan posisi tegak
5.
Siram sampai media terlihat padat.
6.
Letakkan ditempat yang agak teduh sampai sekitar satu minggu.
7.
Usahakan media tidak terlalu basah.
Perawatan
Agar euphorbia tumbuh bagus, sehat dengan bunga yang semarak, tentu memerlukan perlakuan tersendiri. Walau pada dasarnya tanaman gurun ini cukup bandel dan mudah perawatannya.
*
Untuk fase awal adalah fase penyuburan. Fase ini bisanya dilalui sekitar satu sampai dua bulan. Pada fase ini, adalah setelah tanaman melewati waktu dua bulan, tanaman akan mulai mengeluarkan beberapa cabang. Daun terlihat sangat subur, lebar dan rindang.
*
Fase berikutnya adalah fase penbungaan. Pada saat tersebut, tanaman harus terkena matahari secara langsung dan penuh sepanjang hari. Siram setiap hari dengan cara menggunakan gembor. Usahakan air yang menyiram tidak terlalu deras dan keras yang menagakibtkan daun tertancap duri atau sobek. Setelah satu minggu akan muncul bunga-bunga kecil diantara sela-sela tajuknya. Bunga tersebut akan terlihat dewasa setelah satu bulan yang ditandai bunga serempak yang cerah dan indah menyesaki seluruh daun-daunnya.
Untuk merawat agar euphorbia tetap berbunga lebat sepanjang masa, tentu anda juga harus merawatnya. Usahakan agar unsure hara tetap dalam jumlah yang memadai. Berikan pupuk majmuk dengan kadar NPK dimana N rendah dan PK Tinggi. Anda bisa menggunakan pupuk padat maupun cair yang saat ini tersedia hamper diseluruh penjual tanaman hiasa maupun took-toko pertanian di daerah anda,oleh tumbuh
TEHNIK PERBANYAKAN EUPHORBIA
Euphorbia milii termasuk tanaman yang mudah diperbanyak, baik secara generatif (melalui biji) maupun vegetatif (setek atau sambung). Juga mudah disilangkan, yang memungkinkan mendapat variasi atau jenis baru.
Berikut beberapa teknik perbanyakan Euphorbia mili:
PERBANYAKAN DENGAN BIJI:
Biji Euphorbia milii disemai dengan media penyemaian berupa sekam bakar dan pasir dengan perbandingan 50:50. Langkah2nya:
* Siapkan tray/ wadah semai, dan isi media setinggi 3/4nya.
Buat lubang kecil dengan jari telunjuk atau kayu pada media, lalu masukkan biji dalam lubang tsb. Dalam satu lubang bisa diisi 3-5 biji.
* Tutup biji dengan media tipis-tipis. Siram dengan air yang sudah dicampur obat-anti cendawan, kemudian taruh di tempat teduh.
* Biji akan mulai berkecambah pada umur 3-7 hari
* Setelah setinggi 4-5 cm, daun dan duri mulai keluar, bibit dapat dipindah ke pot kecil.
* Jika Anda merawat dengan insentif, maka tanaman baru ini akan mulai berbunga pada umur 6-8 bulan.
*
PERBANYAKAN DENGAN SETEK:
Ini cara paling populer. Bahan setek diambil dari induk yang sehat, yaitu besar, berdiameter 2 cm dan tua (warna hijau kecoklatan atau coklat). Batang terlalu kecil dan muda punya risiko kegagalan yang tinggi.
Tahapan setek adalah sbb:
* Potong batang sepanjang 15 cm dari pucuk batang utama atau cabang yang menganggu. Sisakan 3-4 helai daun.
* Gunakan alat pemotong berupa pisau yang tajam dan steril
* Setelah dipotong, getah yang keluar dicuci dengan air bersih. Bekas luka dilap dengan kain atau tisu agar terhindar dari serangan penyakit.
* Kering-anginkan bahan setek tsb. di tempat teduh selama 1-2 jam agar luka bekas potongan kering. Tapi tidak boleh terkena sinar matahari atau air hujan.
* Pada bagian batang yang terpotong dicelupkan atau diolesi zat perangsang air, lalu keringkan lagi selama 1-2 jam.
* Selanjutnya batang tsb ditanam pada media sedalam 30-4 cm. Media yang digunakan adalah campuran serbuk kelapa, sekam bakar dan pasir kasar/ malang dengan ratio 40:40:20.
* Setelah itu, siram dengan air secukupnya dan merata. Lalu taruh pot di tempat teduh dengan intensitas cahaya matahari rendah, sekitar 60-70%.
* Setelah 5-6 hari, tunas daun dan akar mulai tumbuh.
* Setelah Anda anggap kuat, pindah tanaman ke lokasi lebih panas.
PERBANYAKAN DENGAN SAMBUNG BATANG (GRAFTING):
Cara ini adalah menggabungkan batang bawah dan batas atas dari tanaman berbeda. Karena bagian atas atau pucuk yang disambung, maka disebut juga sebagai sambung pucuk (top grafting).
Kelebihan cara ini, tanaman lebih unggul dari induknya karena tentunya batang atas dan batang bawah adalah batang-batang pilihan. Umumnya tanaman yang dipilih sebagai batang bawah adalah jenis lokal yang adaptif dengan lingkungan. Sedang tanaman yang digunakan sebagai batang atas, adalah Euphorbia milii dari jenis yang punya penampilan menarik, misalnya bunganya bagus dan warnanya indah.
Berikut tahapannya:
* Batang bawah dipilih berdiameter lebih besar dibanding batas atas
* Buat sayatan berbentuk V sedalam 2 cm pada batang bawa dengan menggunakan pisau steril dan tajam.
* Lakukan hakl yang sama untuk batang atas, yaitu buat sayatan berbentuk V tapi terbaik. Panjang sekitar 3-6 cm
* Masukkan batang atas ke celah batang bawah. Upayakan penggabungan itu pas, rapat dan melekat.
* Ikat dengan selotip, plastik gula pasir atau tali rafia agar tidak terkena air.
* Untuk mengurangi penguapan dan mempercepat munculnya tunas, sisakan 2-4 helai daun pada batang atas. Helai daun tersebut dipotong separuhnya
* Selanjutnya bungkus batang atas atas dengan kantong plastik, dan letakkan di tempat teduh.
* Setelah 7-12 hari, batang bawah dan batang atas akan merekat. Keberhasilan ditandai, jika bekas sambungan membekak.
* Plastik pembungkus boleh dibuka pelan-pelan, jangan langsung dibuka, agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan.
* Supaya memperoleh hasil optimal, letakkan di tempat teduh dengan sirjkulasi udaha yang baik.
Kamis, 19 November 2009
Perbanyakan Adenium umumnya dilakukan dengan dua cara , yaitu dengan menyilangkan (generatif) dan vegetatif. Perbanyakan secara generatif dilakukan melaluii biji. Sementara perbanyakan vegetatif dilakukan dengan teknik stek , cangkok , okulasi , sambung (grafting) , sisip , atau pemecahan akar.
Yang perlu diperhatikan didalam melakukan perbanyakan Adenium secara generatif (persilangan) akan dihasilkan anakan yang berbeda dengan induknya. Sementara anakan hasil perbanyakan vegetatif mewarisi sifat-sifat unggul induknya. Dibawah ini akan ditunjukkan macam-macam cara untuk memperbanyak Adenium koleksi anda.
A. MEMPERBANYAK DENGAN BIJI
Warna bunga yang cerah saat mekar mengundang serangga seperti lebah untuk mengisap madu. Saat hinggap di bunga secara tidak sengaja , kaki lebah menyentuh benang sari , lalu menempel pada putik bunga lain. Dengan menempelnya serbuk sari ke kepala putik maka terjadilah penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil maka bakal buah akan membesar san berkembang menjadi buah. Buah adenium berbentuk panjang dan terdiri dari dua buah. Setelah dua bulan kemudian , buah adenium akan matang. Menjelang buah matang ditandai warna buah hijau kecokelatan. Pada saat itu , buah sebaiknya diikat dengan tali. Pengikatan bertujuan agar biji-biji yang berumbai tidak beterbangan saat buah matang dan pecah.
Saat buah matang , biji diambil dan bulu-bulu yang menempel di biji dibuang. Selanjutnya , biji dijemur hingga kering atau sekitar 2 jam. Setelah itu biji siap disemai. Media sekam bakar dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 adalah media semai paling baik digunakan untuk menyemai biji adenium. Adapun tahap penyemaian adalah sebagai berikut:
1. Siapkan tray atau pot berdiameter 5 cm sebagai wadah penyemaian. Selanjutnya , masukkan media semai ke dalam wadah tersebut setinggi 3/4 wadah.
2. Buat lubang tanam dengan jari telunjuk atau kayu di tengah pot.
3. Masukkan biji yang telah kering dengan posisi miring atau horisontal. Dalam satu pot ditanam satu biji. Tutupi biji dengan media.
4. Siram media semai secukupnya dengan air yang sudah dicampur obat anticendawan.
5. Letakkan pot di tempat teduh atau dinaungi.
Biji akan mulai bertunas pada umur 12-14 hari. Setelah tanaman tumbuh setinggi 4-5 cm (umur 2-3 bulan) , bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jangan memindahkan bibit yang masih kecil karena dikhawatirkan belum kuat beradaptasi dengan media baru.
B. MEMPERBANYAK DENGAN STEK
Sa mo mei guei , julikan adenium di Taiwan , termasuk tanaman yang mudah diperbanyak dengan setek. Bahan setek dipilih dari induk yang sehat dan cukup tua. Cirinya batang berukuran besar , sehat , dan berdiameter minimal 2 cm. Batang yang terlalu kecil dan muda mempunyai tingkat resiko kegagalan yang cukup besar. Setek jangan diambil dari batang utama karena sulit bertunas. Tahapan perbanyakan dengan setek dijelaskan sebagai berikut:
1. Potong batang sepanjang 10-15 cm. Sisakan 2-3 helai daun untuk mengurangi penguapan. Gunakan pisau yang tajam dan steril agar tanaman tidak terinfeksi.
2. Setelah dipotong , kering anginkan batang ditempat yang teduh selama 1-2 jam agar luka bekas pemotongan kering. Bahan setek tersebut tidak boleh terkena air dan sinar matahari langsung.
3. Celupkan bagian yang terpotong dengan zat perangsang akar , lalu kering anginkan dengan selama 1-2 jam. Setelah itu , tancapkan batang setek pada media tanam sedalam 4-5 cm.
4. Siram air secukupnya secara merata. Selanjutnya , letakkan tanaman di tempat teduh dengan intensitas cahaya matahari rendah , sekitar 60-70%.
Setelah 6-7 hari , tanaman dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih panas. Pada saat itu , tanaman mulai segar. Jika 12-14 hari kemudian tanaman belum mengeluarkan tunas dan batang terlihat kurus mk perbanyakan dengan setek dianggap gagal. Pekebun di Indonesia jarang menggunakan cara setek untuk memperbanyak tanaman karena relatif sulit dan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan bonggol.
C. MEMPERBANYAK DENGAN SAMBUNG
Perbanyakan dengan sambung atau grafting paling banyak dilakukan oleh pekebun adenium. Cara grafting dilakukan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas dari jenis tanaman yang berbeda. Keunggulan cara ini adalah dihasilkan tanaman yang lebih unggul dibandingkan dengan induknya karena diambil dari jenis yang berbeda. Selain itu , cara ini lebih cepat dan tingkat kegagalannya rendah. Secara lengkap , teknik sambung dijelaskan pada bab berikutnya.oleh bpk lukman
Senin, 16 November 2009
Pada tabulampot air dan pupuk dapat diserap sampai 80 persen. Sedangkan pada tanaman biasa air dan pupuk menyebar ke sekitarnya. Tinggal di perkotaan tapi ingin memuaskan hobi sekaligus memiliki kebun buah-buahan? Bisa. Ada tabulampot (tanaman buah-buahan dalam pot). Tak perlu lahan yang lapang, cukup di tempat terbatas, dan dapat diatur sesuai keinginan. Dalam kaleng bekas cat, drum, atau wadah-wadah lainya. Mediumnya pun bermacam. Tanah adalah medium yang biasa. Atau, Anda dapat memanfaatkan sekam.
”Sekarang model seperti ini lagi tren,” kata Marsono, konsultan pertanian dan pemasaran dari PT Niaga Swadaya pada pameran tanaman yang diselenggarakan Trubus di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pekan silam.
Sebenarnya menanam tanaman buah dalam pot sudah lama dilakukan orang. Setelah besar biasanya tanaman dipindahkan ke lahan. Namun, tabulampot baru menjadi tren karena kini dianggap indah, dan bila dibisniskan hasilnya memuaskan.
Tabulampot bisa menjadi solusi bagi yang ingin berkebun di lahan sempit. Dengan memanfaatkan lahan yang tidak luas, beberapa jenis tanaman bisa ditempatkan dalam lokasi yang berdekatan. Selain itu, hampir semua jenis tanaman buah-buahan bisa ditanam dalam tabulampot. Seperti sawo, mangga, rambutan, jeruk, belimbing, kedondong, jambu air, nangka, salak, dan lainnya. ”Hampir semua, bisa kecuali durian, bisa dijadikan tabulampot. Sebab, akar durian tidak fleksibel seperti tanaman lain. Mungkin nanti suatu saat kalau teknologinya sudah ada pasti bisa,” tutur Marsono.
Dari semua jenis tabulampot, yang paling mudah ditanam adalah mangga dan jambu air. Sedangkan tanaman lainnya perlu ketekunan karena memiliki karakter yang berbeda. Selain itu, pada tabulampot proses berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman biasa. Mangga tabulampot, misalnya, bisa berbuah dalam waktu sekitar tiga tahun. Mangga biasa perlu waktu hingga lima tahun.
Itu karena tabulampot ditanam di tempat yang terbatas sehingga pasokan air maupun pupuk bisa diatur sesuai keinginan dan tidak tersebar ke mana-mana. Berbeda dari tanaman biasa yang ditanam di atas lahan, pasokan air dan pupuk bisa menyebar ke tempat sekitarnya sehingga kebutuhan tanaman pada dua hal itu berkurang. ”Pada tabulampot penyerapan air dan pupuk sampai 80 persen,” kata Marsono.
Bila sudah tumbuh besar, tabulampot bisa dipindah ke tempat lain yang lebih besar. Rasa buahnya juga tidak berbeda dari tanaman biasa. Merawatnya juga tidak jauh berbeda dari tanaman biasa yang memerlukan air, pupuk, penggemburan, penyemprotan hama, dan sanitasi lingkungan.
Terbatas
Memiliki tabulampot bukan tanpa kelemahan. Karena peredaran akarnya dibatasi, otomatis kemampuan berbuahnya juga terbatas. Sebatang mangga tabulampot maksimal bisa menghasilkan buah antara lima sampai delapan untuk sekali musim panen. Berbeda dari pohon biasa yang jumlahnya bisa banyak. Kalau dipaksakan tanaman bisa tidak berbuah di musim berikutnya, atau mati. ”Karena itu, sebaiknya tabulampotnya banyak sehingga jumlahnya sama dengan sebuah pohon biasa.”
Usia sebuah tabulampot mangga maksimal sekitar 10 tahun. Pohon mangga biasa bisa puluhan tahun. Bagi yang hobi, kendala itu tidak menjadi masalah. Banyak orang yang bisa meraih sukses dengan hobi ini. Bahkan bisa mengembangkannya hingga berbuah dalam jumlah besar. ”Mengurusnya sama dengan mengurus anak,” kata Wahidin Yunus, pengembang tabulampot yang sukses.
Ia tertarik menjalankan hobi ini karena memang menyukai tanaman, dan lagipula tabulampot bisa dilakukan di lahan terbatas. Bermodal pekerjaannya di Sudin Pertanian Pemprov DKI dan lahan 1.000 meter persegi di kawasan Cimanggis, Bogor, ia memulai hobinya sejak empat tahun silam.
Hobi coba-coba itu tanpa disangka bisa berkembang pesat sampai kini. Wahidin mengatakan memiliki sekitar 100 pohon mangga, semangka, dan beberapa pohon lain seperti kedondong, rambutan, nangka dan sebagainya. Resep keberhasilan bisnisnya ini berkat informasi yang rajin ia serap dari berbagai pertemuan maupun pameran tentang tabulampot dan usahanya yang tanpa henti.
Selain itu, Wahidin menerapkan kiat yang sedikit berbeda dari pengembang tabulampot lainnya. Ia menggunakan sekam padi, pupuk, dan tanah merah. Ia menanam tabulampot dengan komposisi 4:1:2 (empat ember sekam padi, satu ember pupuk kandang, dan dua ember tanah merah). ”Cara seperti ini memudahkan kita memindahkan tanaman ke tempat lain,” ujarnya.
Bila tanaman terus berkembang, drum yang digunakan sebagai tempat menyimpan tabulampot jebol karena berkarat. Agar akar tidak tembus ke tanah, Wahidin mengganjal alas drum dengan batu bata secukupnya guna mencegah akar pohon masuk ke dalam tanah.
Tabulampot Mangga Paling Diminati
Dari tabulampot buah-buahan, tanaman mangga yang paling diburu pecinta tabulampot. Marsono, konsultan pertanian dan pemasaran PT Niaga Swadaya, mengungkapkan, tabulampot mangga yang belum berbuah biasanya dijual sekitar Rp 200 ribu per pohon. Namun, yang sudah berbuah bisa mencapai Rp 400 ribu lebih per pohon. ”Soalnya sudah terbukti berbuah dan terlihat cukup menarik,” katanya beralasan.
Ucapan Marsono itu dibuktikan oleh Wahidin Yunus, salah seorang pengembang tabulampot yang sukses. Tanaman mangganya yang ia buat tabulampot dengan modal sekitar Rp 100 ribu ia bisa menjual kembali seharga Rp 1,5 juta.
Mangga tabulampot miliknya bisa menghasilkan buah hingga 40 buah sekali musim panen. Ia mengakui, tanaman mangga paling mudah dijadikan tabulampot karena itu tanaman ini menjadi favorit para penggemar tabulampot, baik pemula maupun yang sudah lama.
Harga bibitnya relatif tidak terlalu mahal, yakni sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu dengan tinggi sekitar satu meter tiap pohon. ”Biasanya sekitar enam bulan sudah bisa panen,” ungkap Marsono.
Tentang bibitnya, Wahidin Yunus, salah seorang pengembang tabulampot yang sukses, mengaku memburunya hingga sampai ke Majalengka, Jawa Barat. Kawasan itu memiliki bibit tanaman, terutama untuk tabulampot, yang baik. oleh yayasan petani dunia
Selasa, 10 November 2009
Tanaman semangka (Citrullus vulgaris. Scard) adalah tanaman yang berasal dari Benua Afrika tepatnya di gurun pasir Kala hari. Penyebarannya ke India,
China dan Amerika di lakukan oleh para pelayar dari pedagang. Buah semangka memiliki daya tarik tersendiri dari buahnya yang segar dan manis. Kandungan airnya mencapai 92 %, karbohidrat 7 % dan sisanya adalah vitamin. Semangka termasuk tanaman musim kering tetapi akhir - akhir ini dengan tehnologi yang makin berkembang, semangka dapat ditanam kapan saja. Agar dapat tumbuh dengan baik dan cepat tanaman semangka membutuhkan iklim yang kering, panas dan tersedia cukup air.
Dengan teknologi budidaya yang baik dan benar, semangka non biji Setabindo dapat menghasilkan buah yang berkualitas prima
Iklim yang basah akan menyebabkan pertumbuhannya terhambat, mudah terserang penyakit serta produksi dan kualitas buahnya akan menurun. Perkembangan tehnologi budidaya semangka di-daerah Sub tropika lebih maju dibandingkan daerah asalnya ( tropika ). Jenis - jenis baru baik hibrida yang diploid ( semangka berbiji ) maupun yang triploid ( semngka tak berbiji ) telah banyak di kembangkan dengan kualitas buah dan hasil jauh lebih baik dibandingkan dengan semangka tropis ( varietas asalnya ).
SEMANGKA TANPA BIJI
Semangka tanpa biji atau biasa disebut semangka seedless adalah merupakan semangka hibrida F-1 juga. Namun tetua atau induknya masing - masing berasal dari tetua betina semangka tetraploid dengan tetua jantan semangka diploid. Oleh karena itu semangka ini disebut juga semangka hibrida tetraploid. Teknik pembenihan semangka tanpa biji diketemukan oleh Prof. Dr. Hitoshi Kihara. Untuk memperoleh tetua yang tetraploid harus melalui pelipat gandaan jumlah kromosom yang dalam istilah ilmiahnya sering di sebut dengan mutasi duplikasi. Dari persilangan semangka tetraploid dengan diploid ini akan diperoleh semangka triploid ( semangka seedless) yang mempunyai daya vitalitas rendah. Jika suhu udara rendah ( Kurang dari 29 0 C ) maka daya kecambahnya pun akan lambat, oleh karena itu perkecambahan benih semangka triploid memerlukan suhu udara yang cukup tinggi agar perkecambahannya dapat terjamin. Pertumbuhan tanaman muda pada awalnya lemah, bahkan terkadang tidak normal, tetapi selanjutnya tanaman akan tumbuh kuat. Daya kecambah rata - rata biji semangka triploid adalah antara 27,5 - 85 % dengan bentuk kotiledon yang lebih kecil daripada semangka diploid. Tanaman semangka triploid sebenarnya memiliki bunga jantan dan betina yang lengkap, tetapi bakal biji dan benamg sarinya mandul, maka biji tidak akan terbentuk. Meskipun demikian biji kosong yang berwarna putih atau coklat terkadang masih dijumpai. Terbentuknya biji kosong yang berwarna coklat biasanya disebabkan karena kelebihan dosis pemupukan unsur hara phospor(P205.).
METODE PENGECAMBAHAN BENIH SEMANGKA NON BIJI MODEL SITUBONDO
Usaha budidaya semangka baik yang berbiji maupun yang nonbiji pada dasarnya hampir sama, tetapi pelaksanaannya ada sedikit perbedaan terutama dalam proses perkawinan antara bunga jantan dan bunga betina serta dalam perlakuan pengecambahan biji. Pada semangka nonbiji diperlukan proses pengecambahan dan penyemaian yang spesifik yang tidak dilakukan pada semangka berbiji. Seringkali dalam budidaya semangka nonbiji mengalami kegagalan akibat dari penyemaian benih yang kurang benar sehingga menyebabkan benih yang disemai mengalami kegagalan tumbuh. Perlakuan yang spesifik pada benih semangka nonbiji diperlukan dalam penyemaiannya karena benih semangka non biji memiliki kulit biji yang tebal dan keras, endosperm (cadangan makanan dalam biji ) yang kecil dan kotiledon (calon akar) sangat kecil, sehingga sangat dianjurkan kepada para petani untuk tidak menyimpan benih semangka nonbiji terlalu lama karena daya tumbuhnya cepat sekali turun. Memperhatikan keadaan tersebut diatas dalam budidaya semangka nonbiji sangat dianjurkan untuk melakukan pengecambahan sebelum bibit di semai, sehingga akan diperoleh mamfaat, diantaranya:
1. Mengurangi kematian benih.
2. Mempertinggi persentase daya tumbuh.
3. Mempercepat penyemai- an benih.
4. Menyeragamkan per- tumbuhan tanaman.
5. Menghemat pemakaian benih.
6. Menghindari kekurangan benih.
7. Meminimalkan serangan hama penyakit dan memudahkan perawatan.
Dalam proses pen-gecambahan benih semangka non biji banyak cara yang dilakukan oleh petani dan di setiap daerah memiliki cara yang berbeda akan tetapi pada dasarnya hanya mengacu pada persyaratan berkecambah-nya benih semangka non biji. Persyaratan untuk ber-kecambahnya benih adalah suhu antara 25-30 derajat Celsius dan tidak membutuhkan sinar mata hari secara langsung.
Mengingat kulit biji semangka yang cukup tebal, perlu dibantu dengan memecahkan kulit bagian atas biji supaya calon akar semangka mudah tumbuh
Tanaman yang sejak pindah tanam sudah tumbuh sehat diharapkan mampu menghasilkan buah yang optimal
CARA PENGECAMBAHAN BENIH YANG BIASA DILAKUKAN PETANI SITUBONDO
Pertama - tama benih disiapkan sesuai kebutuhan dan dikeluarkan dari wadahnya. Setiap bagian ujung benih dipecah kulitnya dengan menggunakan gunting kuku dan menjepitnya pada bagian tengah gunting kuku, maksud dari perlakuan ini adalah untuk memudahkan kotiledon keluar dari bagian kulit biji serta memudahkan biji menghisap air dari luar. Dalam pelaksanaannya kita harus hati - hati agar bagian kotiledonnya tidak ikut pecah karena, apabila bagian kotiledon pecah akan mengakibatkan pecahnya bagian pangkal batang kelak kalau sudah ditanaman dilapangan. Setelah benih di pecahkan selanjutnya benih direndam dalam larutan zat pengatur tumbuh dan fungisida selama kurang lebih 1-2 menit, selanjutnya benih tersebut diletakkan pada 6 lembar kertas merang yang telah dibasahi dengan larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh. Setelah benih diletakan dan ditata kemudian ditutup kembali dengan 6 lembar kertas merang yang telah dibasahi dengan larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh, kemudian letakkan dan tata kembali benih yang telah direndam tadi diatasnya, tutup dengan kertas merang, begitu seterusnya sampai bertapis-lapis hingga benih yang akan di kecambahkan habis. Untuk lapisan paling bawah dan paling atas diberi lapisan kardus. Agar kecambah atau calon akar tumbuh lurus, bagian bawah dan atas media kita beri lapisan kaca tebal seukuran kertas merang kemudian kita press dengan cara yang tepat dan di ikat dengan kuat, setelah itu masukan kedalam kotak kardus yang agak longgar kemudian ditutup dengan rapat agar suhu udara dalam kotak tetap hangat dengan suhu antara 20 -30 derajat Celsius. Kotak tersebut diplester atau dilakban plastik pada setiap sisinya, kemudian disimpan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah diperam 40-42 jam media penge-cambahan tersebut kita buka dan biasanya benih telah berkecambah dengan ukuran calon akar kurang lebih 1 Cm. Kecambah - kecambah tersebut selanjutnya kita tanam pada polybag - polybag yang telah disiapkan dengan dengan bagian calon akar kecambah menghadap kebawah.Untuk biji-biji yang perkecambahan-nya belum normal kita peram kembali selama beberapa jam baru setelah berkecambah dengan normal kita tanam pada polybag.oleh goeswid (Red).
Selasa, 03 November 2009
Awalnya, kegiatan budidaya jamur hanya sebagai pengisi waktu senggang. Ternyata, di balik kehidupan jamur banyak hal sangat menarik dan merupakan komoditas yang menjanjikan. Karena itu,Agoes Poernomo (56) minta pensiunnya sebagai pegawai negeri dipercepat untuk menggeluti budidaya jamur.
Agoes yang warga asli Blitar, Jawa Timur, ini merintis usaha jamurnya tahun 1976. Awalnya, Agoes hanya meletakkan beberapa bibit jamur sekenanya di emperan rumah, dan ruangan lain yang kosong, di sela-sela antara berbagai barang.
Maklum, rumahnya yang berlokasi di Bendogerit, sebelah selatan makam Bung Karno, tidak begitu besar. Dan, budidaya jamur dilakukan hanya untuk mengisi waktu senggang di samping tugasnya sebagai karyawan Pemerintah Kabupaten Blitar.
Selain keluarganya sendiri, ternyata para tetangga Agoes juga menyukai masakan jamur. Dari sinilah lelaki kelahiran 5 Maret 1950 itu terdorong untuk terus meningkatkan pembudidayaan jamur, lalu menjual hasilnya. Pelan tapi pasti, usahanya terus berkembang sehingga emperan rumah dan halamannya tidak bisa lagi menampung bibit-bibit jamur yang dia kemas dalam baglog.
Selain didasarkan pada otodidak, ia juga memanfaatkan pengetahuannya saat bekerja di Dinas Kesehatan dalam pembudidayaan jamur, lalu mengembangkan cara-cara pembudidayaan jamur dari pergaulannya dengan sesama pembudidaya jamur di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ia juga bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Airlangga Surabaya dalam penelitian dan pengembangan budidaya jamur, seperti pemilihan media tanam jamur.
Agoes kemudian membangun rumah di Desa Sumberdiren Garum, tujuh kilometer dari Kota Blitar ke arah Malang, yang dia jadikan sebagai pusat usaha, lengkap dengan papan nama “Toko Jamur”. Mungkin ini merupakan satu-satunya toko yang khusus menjual produk jamur dalam bentuk segar maupun olahan.
Usaha Agoes yang dimulai dari emperan rumah itu, berkembang pesat sejak tahun 1985. Aset perusahaannya sekarang mencapai sekitar empat miliar rupiah, termasuk tiga pondok pesantren yang didirikannya. Di daerah Blitar saja perusahaan plasma dan mitra kerjanya tercatat 12 unit. Masih ditambah mitra kerja di Malang, Kediri, Nganjuk, Surabaya, Bogor, dan lain-lain.
Belum lagi mereka yang telah menerima pelatihan budidaya jamur dan mampu berdiri sendiri, baik di Jawa maupun luar Jawa. “Sudah lebih dari 30.000 orang yang mengikuti pelatihan,” tutur Agoes, ayah dua anak dan kakek seorang cucu.
Gratis
Pelatihan budidaya jamur dilaksanakan Agoes di berbagai tempat dan forum, dari Aceh sampai Papua, baik kalangan militer maupun sipil. Kelompok masyarakat lain umumnya melaksanakan pelatihan melalui organisasi masing-masing, seperti organisasi pensiunan atau perkumpulan para ibu.
“Instruktur pelatihan hanya saya dan Agung Hidayanto, anak saya. Latihan diberikan gratis,” ujar pria yang masih gesit mengendarai motor dan jip ini.
Agoes menambahkan, bagi mereka yang ingin menerima pelatihan di tempatnya, Desa Sumberdiren Garum, juga dilayani. “Mereka bisa menginap di balai desa dan makan seadanya di rumah ini. Semuanya gratis,” ujar Agoes yang hanya tamat sekolah menengah atas dan oleh tetangga serta pelanggannya dijuluki sebagai “Pendekar Jamur”.
Materi pelatihan meliputi cara pembibitan, pembuatan media jamur, cara budidaya dan perawatannya, teknik memanen, pemasaran, pengolahan (memasak jamur), sampai penanganan limbah menjadi pupuk organik. Seluruh pelatihan tentang teori dan praktik hingga peserta bisa memulai usahanya memerlukan waktu sekitar 10 hari.
Dua macam jamur
Dengan merek dagang “Payung Manfaat” yang telah dipatenkan dan terdaftar pada Departemen Kesehatan RI, Agoes Poernomo membudidayakan dua jenis jamur, yaitu jenis yang dapat dimakan (edible) dan tidak untuk dimakan (non-edible).
Jenis edible pemanfaatannya seperti sayur-mayur, dapat dimasak dengan menggunakan berbagai resep. Atau dijadikan keripik jamur untuk camilan. Jenis ini terdiri atas jamur tiram putih (Pleurotus florida), tiram coklat (Pleurotus cycstidiosus), tiram merah (Pleurotus flatellatus), jamur kuping (Auricularia polytrica), dan jamur shiitake (Lentinus edodes). Jamur-jamur jenis inilah yang banyak diminati konsumen, terutama jamur kuping yang lagi populer untuk sup di restoran-restoran besar.
“Berapa pun produksi kami selalu habis terjual. Bahkan, sering tidak bisa memenuhi permintaan,” katanya. Harga jamur kuping kering di Jawa Timur saat ini berkisar Rp 30.000-Rp 40.000 per kilogram.
Jamur tiram di toko Agoes dijual dalam bentuk segar dengan harga Rp 10.000 per kg untuk partai. Harga eceran Rp 12.000 per kg atau Rp 3.000 per kantong seberat dua ons. Selain produksi dari budidayanya sendiri, jamur ini juga hasil dari beberapa plasma dan mitra usaha yang dibeli Agoes dengan harga Rp 9.000 per kg.
Biaya produksi jamur hanya berkisar Rp 3.500 per kg sehingga memberikan keuntungan yang cukup baik. “Ini cocok sebagai ekonomi rakyat karena mudah dibudidayakan, tidak perlu tempat luas, dan menguntungkan,” papar Agoes.
Sedangkan jamur non-edible yang sering disebut sebagai “jamur kayu”, digunakan sebagai suplemen dan bahan obat-obatan. Jenis ini juga sering disebut dengan nama jamur ling zhi (bahasa China, berarti “pohon kehidupan”), atau jamur rei shi (bahasa Jepang, berarti “jamur spiritual”).
Bubuk ling zhi yang dimasukkan dalam kapsul harganya Rp 75.000 per botol (isi 100 biji). Sedangkan campuran ling zhi dengan kopi atau jahe, per botolnya (isi 50 gram) Rp 15.000- Rp 20.000, tergantung jenis bahan yang dicampurkan.
sumber bpk Agoes Poernomo"pendekar jamur"dari blitar
Kamis, 29 Oktober 2009
Melon termasuk tanaman buah dari famili Cucurbitaceae. Banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia di daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan Eropa.
Pada abad ke-14, melon dibawa ke Amerika oleh Columbus dan akhirnya ditanam secara luas di Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar ke seluruh penjuru dunia, terutama di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Setelah tahun 1990, melon berkembang cukup pesat di Indonesia, karena petani mulai yang banyak menanam melon.
Sebelum tahun 1990, melon masih asing bagi penduduk Indonesia, tetapi kini sudah menjadi buah "pencuci mulut" yang populer. Buah ini sering disuguhkan di tempat-tempat pesta secara terpisah atau bersama dengan semangka, pepaya, dan nanas. Buah melon dimanfaatkan sebagai buah segar dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi.
Varietas melon yang umum di pasaran di antaranya sky rocket, action, monami red, glamour, select rocket, jade dew, honey dew, autumn sweet, golden prize, red queen, dan emerald sweet. Beberapa varietas melon unggul telah dikeluarkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), di antaranya melon IPB-1 (golden meta) dan melon IPB-2 (bright meta).
Melon lebih senang tumbuh di dataran menengah yang suhunya agak dingin, yakni pada ketinggian 300-1.000 m dpl. Di dataran rendah yang ketinggiannya kurang dari 300 m dpl, buah melon berukuran lebih kecil dan dagingnya agak kering (kurang berair).
Sedangkan tanah yang baik untuk budi daya melon adalah jenis tanah andoso atau tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman berkembang. Pada dasarnya, melon membutuhkan air yang cukup banyak. Namun, sebaiknya air itu berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.
Untuk pertumbuhannya, melon membutuhkan suhu yang sejuk dan kering. Suhu ideal bagi pertumbuhan melon berkisar 25-30° C. Melon tidak dapat tumbuh jika suhu kurang dari 18°C.
Melon susah tumbuh di tempat yang kelembapan udara rendah (kering) dan ternaungi. Tanaman ini lebih senang di daerah terbuka, tetapi sinar matahari tidak terlalu terik, cukup dengan penyinaran 70%.
Dalam buku "Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia" yang diterbitkan AgroMedia Pustaka, membudidayakan melon mesti mengikut beberapa petunjuk yang disesuaikan dengan varietesnya. Yakni sebagai berikut.
A. Teknik Budi Daya
Target standar buah yang ingin dicapai berdasarkan standar prosedur operasional budi daya melon sebagai berikut.
- Ukuran buah 1.6-2.5 kg/buah (rata-rata 2.1 kg/buah).
- Bentuk buah sesuai deskripsi varietas.
- Jaring tebal, rapat, dan merata sesuai dengan deskripsi varietas.
- Buah tidak cacat dan tidak terkontaminasi benda lain ataupun residu pestisida.
- Ukuran buah seragam (toleransi di luar standar 15%).
- Bentuk buah seragam (toleransi di luar standar 5%).
- Kadar kemanisan buah (brix) 12-16° untuk melon berdaging merah dan 10-12° untuk melon berdaging putih.
- Untuk melon berdaging merah, sebaiknya tangkai tidak lepas, berbentuk T, dan masih segar saat dipanen.
- Untuk melon berdaging putih, sebaiknya tangkai masih segar saat dipanen.
a. Pengadaan Benih
Untuk menanam melon, ketahui dengan baik sumber benihnya terlebih dahulu. Sebaiknya, gunakan selalu benih asli (F1 hibrid). Benih yang dibutuhkan sesuai dengan luas lahan tanam ditambah 10% untuk cadangan penyulaman.
Pilih benih yang berasal dari melon yang sehat dan berproduksi optimal. Rendam benih dalam larutan fungisida, seperti Furadan G yang ditambah Atonik selama 2 jam. Benih yang baik berada di dasar air, sedangkan benih yang mengapung tergolong benih yang harus segera disingkirkan. Karena itu, pembibitan merupakan kunci keberhasilan budi daya melon.
Sebelum disemai, rendam benih dalam air hangat kuku (400C) yang telah dicampur fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklorida (Previcur N) dengan konsentrasi 2 ml/liter air atau Benomyl (Benlate dengan konsentrasi 0.5 g/liter air selama 4--6 jam. Untuk benih yang sudah diberi perlakuan fungisida (biasanya berwarna merah) tidak perlu lagi diberi perlakuan ini. Selanjutnya, tiriskan benih dan letakkan di atas kertas koran basah selama 36 jam (1 hari s/d 2 malam) pada suhu 25-300C.
Kemudian, menyemaikan benih melalui tahapan sebagai berikut.
- Siapkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1.
- Masukkan media ke dalam polibag berukuran 8 x 10 cm.
- Tanam benih di dalam polibag yang berisi media tanam.
- Atur dan letakkan polibag di dalam sungkup. Sungkup ini terbuat dari rangka bambu dengan lebar bawah 1-1.25 m, tinggi 0.5-0.6 m, sedangkan panjang sungkup disesuaikan dengan kebutuhan bibit.
b. Pemeliharaan Bibit
Jaga pesemaian agar selalu dalam kondisi lembap, tetapi tidak boleh terlalu basah (becek). Karena itu, siram bibit di pesemaian setiap pagi. Gunakan tangki semprot saat menyiram. Jangan menyiram bibit pada siang hari, karena air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap sehingga bibit menjadi kurus, kering, dan layu.
Kemudian, sortir bibit. Penyortiran ini bertujuan untuk memilih dan menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kekar. Penyortiran dilakukan tiga hari sebelum penanaman bibit di lapangan.
c. Persiapan Lahan
Berikut ini tahapan penyiapan lahan untuk penanaman melon. Bersihkan lahan dari sisa tanaman dan sampah.
- Bajak lahan sedalam 20-30 cm hingga gembur, lalu biarkan lahan selama 5-7 hari.
- Haluskan bongkahan tanah hasil bajakan dan biarkan selama 4-5 hari.
- Buat bedengan dengan panjang maksimum 15 m, lebar 100-120 cm, tinggi 30-50 cm, dan lebar parit 50-60 cm.
- Taburkan kapur pertanian bila diperlukan. Dosisnya sesuai dengan derajat keasaman (ph) tanah setempat (rata-rata 1.5-2.5 ton/ha). Cangkul bedengan agar kapur tercampur rata dengan tanah.
- Taburkan pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 2 ton/ha, pupuk ZA 250 kg/ha, SP-36 450 kg/ha, dan KCI 25 kg/ha ke seluruh bedengan. Cangkul bedengan hingga pupuk tercampur rata dengan tanah, lalu siram hingga bedengan basah merata.
- Pasang mulsa plastik hitam perak berukuran lebar 100-125 cm.
- Gunakan pasak penjepit dari bambu atau kayu untuk mengaitkan sisi-sisi mulsa di bedengan.
d. Penanaman
Pindahkan bibit ke lapangan setelah berumur 10-14 hari atau telah memiliki 2-3 pasang daun sejati. Penanaman bibit sebaiknya pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore setelah pukul 15.30. Tujuannya, untuk menghindari stres akibat terik matahari. Sehari sebelum dipindahtanamkan, siram bedengan hingga basah.
Buat lubang tanam sedalam 2-3 cm di bedengan sesuai dengan lubang pada mulsa plastik.
Jika dalam waktu dua minggu setelah tanam bibit tumbuh abnormal segera sulam dengan bibit baru yang berumur sama.
e. Pemeliharaan
1. Pemupukan
Pemupukan melon dilakukan secara bertahap dan mengikuti fase pertumbuhannya. Berikut ini jenis pupuk, waktu, dan dosis pemupukan melon.
- Pupuk susulan I diberikan pada umur 7 hari setelah tanam berupa NPK dengan konsentrasi 20 g/l air.
- Pupuk susulan II diberikan pada umur 14 hari setelah tanam berupa NPK dengan konsentrasi 40 g/l air.
- Pupuk susulan III diaplikasikan pada umur 21 hari setelah tanam atau menjelang pembungaan.
- Pupuk susulan IV diberikan pada umur 28 hari setelah tanam ari atau atau setelah pembungaan.
2. Pengairan
Sampai berumur 2 minggu, penyiraman melon harus dilaksanakan tiap hari atau 2 hari sekali pada pagi atau sore hari. Caranya, genangi parit antarbedengan hingga mencapai dua per tiga tinggi bedengan. Siramkan air di parit tersebut ke masing-masing tanaman atau lubang tanam. Gunakan gembor jika air di parit tidak cukup untuk menggenangi semua bedengan.
3. Pengikatan dan Pemangkasan
Setelah tanaman berumur 12 hari atau setelah memiliki 5 daun, ikat batang tanaman pada ajir. Pengikatan ini dilakukan setiap 3 hari sekali hingga ikatan mencapai ujung ajir. Pangkas cabang lateral yang tumbuh dari pangkal batang hingga ruas ke-8 dan setelah ruas ke-11. Pelihara cabang di ruas ke-9 hingga ke-11.
4. Sanitasi Kebun
Sanitasi kebun dilakukan pada saat gulma mulai tumbuh. Bersihkan jua kebun dari sisa-sisa kotoran, daun, rantin dan cabang sisa pemangkasan.
B. Panen dan Pascapanen
Buah melon harus dipanen setelah tua benar karena buah tidak akan matang bila diperam. Pada melon berdaging putih, panen dilakukan pada umur 35 hari setelah pembungaan, sedangkan pada melon berdaging merah pada umur 40 hari setelah pembungaan. Hentikan penyemprotan pestisida paling tidak 2 minggu sebelum panen. Waktu panen dapat ditentukan dengan mengamati penampakan fisik buah dan umur tanaman. Melon yang sudah matang ditandai dengan jaring di kulit buah telah terbentuk sempurna, tebal, dan rata; ada retakan di pangkal tangkai buah; warna kulit buah rubah, misalnya dari hijau tua menjadi kekuningan; kulit buah terasa halus atau tidak berbulu; muncul aroma yang khas; serta tungkai buah berwarna kekuningan.
Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari (pukul 08.00-11.00). Dalam satu hamparan, panen dilaksanakan secara bertahap, maksimum dua kali seminggu dengan selang waktu 2-3 hari.
==================================================
Spesifikasi Buku:
Judul : Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia
Penulis : Redaksi Agromedia Pustaka
Ukuran : 17.5 x 24 cm
Tebal : iv + 296 hlm.
Penerbit : AgroMedia Pustaka
Konsumsi dan kebutuhan komoditas buah dari tahun ke tahun terus meningkat. Namun, keadaan ini tidak diimbangi dengan produksi buah-buahan yang memadai, baik secara kuantitas maupun kualitas. Akibatnya, buah-buah impor pun kini merajai pasar modern domestik, bahkan mudah ditemui di pasar-pasar tradisional. Padahal, kualitas buah tropis lokal tidak kalah dengan buah-buahan impor. Sebenarnya, situasi ini bisa dibilang sebagai peluang yang potensial untuk digarap, mengingat produksi buah dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor dan lokal.
Permasalahan teknis di lapangan kadang menjadi batu sandungan bagi petani ataupun pengusaha dalam membudidayakan tanaman buah. Melalui buku ini, pengetahuan teknis budi daya 14 tanaman buah tropis unggulan dikupas secara komprehensif, termasuk varietas-varietas unggulan yang berdaya saing tinggi di pasaran.
Minggu, 12 Juli 2009
Tak hanya di negara maju, pertanian organik semakin berkembang dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan produk ini. Konsumen kelas menengah ke atas bersedia membayar lebih mahal untuk produk setidaknya didasari alasan penting, yaitu produk aman bagi kesehatan.
Sayuran organik salah satunya. Seperti terjadi di negara-negara maju, kebutuhan sayuran organik di Tanah Air diyakini banyak pihak juga akan mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.
Produk pertanian yang mulai hangat dibicarakan di Tanah Air sekitar 5 tahun yang lalu ini memang ditemui tak segampang sayuran pada umumnya. Jika ingin mencari, sesuai target pasarnya, produk ini lebih sering ditemui di supermarket atau pada agen khusus produk pertanian organik, ketimbang di pasar-pasar tradisional. Harganya yang lebih mahal dibandingkan sayuran pada umumnya dipengaruhi oleh pasokannya yang lebih sedikit.
Ingin berbisnis sayuran organik, setidaknya pebisnis bisa memilih diantara tiga bidang yaitu sebagai petani, pemasok, atau petani sekaligus pemasok. Sayuran organik bisa didapat dengan budidaya secara organik. Artinya, budidaya dilakukan tanpa menggunakan material yang mengandung bahan kimia, seperti pupuk kimia buatan (Urea, KCI, dan TSP), pestisida, herbisida, insektisida, fungisida, dan bahan kimia lain. Sehingga digunakan pupuk organik, misalnya pupuk kandang dan kompos.
Penggunaan GMOs (Genetically Modified Organisme) tidak diperbolehkan dalam setiap tahapan pertanian organik mulai produksi hingga pasca panen. Standar Nasional Indonesia tentang sistem pangan organik tertuang dalam SNI 01-6729-2002,yang memuat panduan tentang cara-cara budi daya pangan organik untuk tanaman pangan dan ternak, pengemasan, pelabelan, dan sertifikasinya. Sementara dari luar negeri, terdapat lembaga sertifikasi Standar IFOAM. Standar dasar untuk produk organik dan prosesnya dari IFOAM sejak 1980.
Mempelajari Jalur Distribusi
Jika budidaya sudah menjadi pilihan bisnis, mengusahakannya di lahan baru yang sebelumnya belum dengan sistem organik, pebisnis harus mempersiapkan kesabaran di awal budidaya. Pasalnya untuk membuat lahan benar-benar menjadi lahan organik setidaknya dibutuhkan waktu dan juga biaya cukup tinggi. Tapi untuk selanjutnya pebisnis sudah bisa memetik hasil. Karena menggunakan bahan-bahan organik, alami, biaya produksi seharusnya lebih kecil ketimbang bertani secara non organik. Salah satu syarat keberhasilan bagi petani sayuran organik, tak hanya konsentrasi di budidaya, tapi juga mengetahui jalur distribusi pemasaran produk setelah dipanen.
Atau pebisnis hanya ingin mengambil bisnis sebagai pemasok? Persiapan menjalin kerjasama secara langsung dengan petani sayuran organik, dan juga tempat-tempat dimana produk bisa dipasok seperti restoran, rumah sakit dan lainnya akan sangat membantu.
Namun yang jelas bila kita memutuskan untuk terjun dibidang Agribisnis khususnya pertanian organik, ada beberapa hal harus dipersiapkan untuk menghadapi risiko bisnis yang banyak ditentukan oleh kondisi alam. Kesabaran, keuletan dan ketekunan di lahan pertanian. Pebisnis juga harus siap dengan kondisi harga di pasar yang terkadang fluktuatif akibat pengaruh perubahan penawaran dan permintaan. Risiko fluktuasi harga setidaknya dapat diminimalisir dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat, kalender tanam yang berjalan sempurna serta pemilihan jalur distribusi pemasaran.
Oleh: listiaji
Senin, 06 Juli 2009
Siapa bilang di lahan sempit tak bisa menanam sayuran? Kaleng bekas cat dan pralon bekas pun bisa dimanfaatkan sebagai pot yang hemat tempat.
Berawal dari harapan Kasino, seorang pensiunan perusahaan telekomunikasi, yang menginginkan sektor pertanian menjadi primadona di Indonesia. Pasalnya, ia prihatin melihat kondisi pertanian di Indonesia belum bisa dijadikan sebagai lahan untuk meraih pendapatan yang menjanjikan.
Akhirnya, di areal perkebunan seluas 700 m2, Kasino menaman sayuran dengan menggunakan metode vertikultur. Ide ini berawal sejak ia melihat tanaman glodok yang tumbuh ke atas. "Saya pelajari semua dengan otodidak, mencoba terus sampai menemukan sistem yang tepat," tutur Kasino, saat ditemui di kebunnya di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur.
Tujuan yang ingin dicapai Kasino dengan metode vertikultur adalah melakukan efisiensi sampai 50-200 kali lipat. "Juga ingin mengubah image petani yang selama ini terkesan kotor, berubah menjadi bersih. Apalagi kini lahan pertanian makin banyak tergusur di wilayah kota." Kasino pun menuangkan inspirasinya ini dengan menanam sayuran tanpa perlu lahan luas.
Maret 2007 Kasino lalu membentuk Industri Pertanian Kasino (IPK) dengan mengawali menanam seledri pakai kaleng bekas cat dan es krim. Kaleng-kaleng ini lalu disusun ke atas. Berbagai tanaman seperti tebu, tomat, sawi, dan setidaknya ada lebih dari 47 tingkat sayuran dicoba ditanam.
Hasilnya? Sungguh mengagumkan. Seledri tumbuh subur, begitu pula tebu, tomat, dan sawi. Bayangkan, seledri yang biasa tumbuh di daerah dingin, di Sidoarjo yang bersuhu panas, tetap bisa tumbuh subur dan besar-besar.
Keberhasilan ini ditunjang nutrisi dan media tanam yang dibuat sendiri. Media tanamnya kompos, sekam bakar, gergaji kayu, abu batu, arang, belerang, bekicot, dan keong emas.
Sebagai penyubur tanamannya, Kasino terilhami dari beberapa hal. Misalnya, belerang dari gunung meletus, bangkai tikus di sawah, atau bekicot yang bisa menyuburkan tanaman. Semuanya dicampurkan dan direndam di air selama 3 hari agar hasilnya bagus. Kemudian, dijadikan media tanam.
Jadi, nutrisi yang dipakai berasal dari campuran unsur nabati, hewani, dan hara yang dicampur aduk. Kasino memang memanfaatkan betul bahan yang ada. Begitu juga dengan pengairan, Kasino menggunakan mainan anak (dakon atau congklak) sebagai wadah pengairan. Dibentuk sedemikian rupa, hingga bisa mengaliri seluruh tanaman merata dari atas ke bawah.
Sayangnya, Kasino menemui kendala soal mendapatkan kaleng cat atau es krim bekas yang dipakainya, karena masih sulit diperoleh dan mahal. Kasino pun lalau mengakali dengan menggunakan pralon yang lebih mudah diperoleh. Secara teknis perlubangan, lagi-lagi Kasino menemui kesulitan.
"Jika metode vertikultur ini sudah berjalan, sebenarnya masyarakat punya peluang bisnis baru, yaitu menjual pralon yang sudah dilubangi. Jadi, yang ingin mencoba teknik ini, tinggal membeli pralonnya," tutur Kasino yang tak pelit membagikan ilmunya ini.
Dalam waktu sebulan, lanjutnya, metode ini bisa dipelajari. Selain lebih efisien, karena hasil yang diperoleh lebih banyak dibandingkan menanam sayuran secara konvensional, panen dari sayurand engan metode vertiluktur juga tak mengenal waktu, bisa 3-4 kali panen.
Kasino membandingkan antara menaman vertikultur secara konvensional. Misalnya menanam tebu di kaleng (10 susun), akan menghasilkan 200 batang. Sementara menanam tebu di tanah 1 m2 hanya akan menghasilkan 4 batang saja. Jauhs ekali, bukan bedanya?
Seberapa banyak tingkat kegagalannya? Biasanya, kata Kasino, masalahnya ada si soal pengairan. Jika pengairan memakai selang, lama-lama bisa berlumut. Jika tak jeli melakukan pengawasan, tanaman pun bisa layu. "Sistem pengairan merupakan jantungnya vertikultur, karena harus merata ke beberapa tempat. Makin sering disiram sebenarnya makin bagus, karena tidak pakai zat kimia."
Penggunaan Pralon
Seperti halnya Kasino di Sidoarjo, pensiunan pegawai negeri asal Nganjuk, Jawa Timur, Pramban Budiharto, juga mencoba menaman sayuran di media pralon. Meski tidak berlatar belakang pertanian, bapak 3 anak lulusan Teknik Geodesi UGM ini mencoba menerapkan sebuah sistem.
"Sistemnya saling terkait, mulai dari pembuatan nutrisi, media tanam, teknik pengairan, dan pola tanam. Faktor air sangat penting dan harus teruji," jelasnya. Kubis adalah sayuran pertama yang ia tanam. Pralon setinggi 2 meter dilubangi dengan jarak dan diameter tertentu. Di lubang itu bibit sayuran ditanam, tentu saja dilengkapi nutrisi yang tepat.
"Jika jarak lubangnya terlalu pendek, misalnya & cm, hasil kubisnya akan kecil-kecil. Kecuali jataknya 20 cm, kubisnya akan tumbuh lebih baik. Tapi soal kualitas, kubis Nganjuk dijamin lebih, keras, hijau, enak, dan manis," ujar Pramban sambil tersenyum.
Selain sistem terpadu yang harus dilakukan berurutan, Pramban juga menjamin tanamannya bebas hama. Hama dapat dimusnahkan dengan pupuk tembakau, mimbo, mahoni, gadung, dan air kapur, yang diolah dan disemprotkan ke tanaman.
Pemberian nutrisi dilakukan melalui proses siram dan sirat (semprot), dengan perbandingan 1 liter nutrisi dicampur 20 liter air. "Prinsipnya, tanaman juga perlu air bersih. Penyiraman dengan menyemprotkan air diperbolehkan."
Yang penting, lanjut Pramban, semuanya harus dilakukan dengan sabar dan telaten. Sistem vertikultur pada dasarnya menciptakan "sawah". Halaman sempit bukanlah masalah lagi. Pralon dipilih karena mudah didapat dan tak perlu khawator soal kualitasnya.
Pramban menyarankan, "Pilih saja pralon yang paling jelek dan murah atau yang TM (tanpa merk). Penggunaan limbah (barang bekas) ini tidak akan berpengaruh pada hasil tanaman, kok," yakinnya
Noverita K. Waldan
Foto: Gandhi Wasono/NOVA



