Mengelola Emosi dengan NLP Salah mengelola emosi bisa membuat Anda terpuruk, tetapi bila Anda bisa mengelola emosi dengan benar maka sukses pasti dapat diraih dan kualitas hidup Anda pun menjadi lebih baik. Emosi adalah kekuatan terpendam yang sangat berpengaruh dalam kehidupan setiap orang. Emosi termasuk salah satu fungsi dari pikiran bawah sadar yang memiliki kekuatan sembilan kali lipat. Emosi bisa mempengaruhi pikiran, sebaliknya pikiran juga bisa mempengaruhi emosi. Yang pasti, baik pikiran maupun emosi membentuk sikap. Selanjutnya sikap itu berpotensi menjadi tindakan. Setiap tindakan Anda membuahkan hasil. Kabar baik untuk Anda. Jika sekarang Anda tidak puas atas hasil-hasil yang dicapai dalam hidup Anda, maka perbaikilah cara mengelola emosi Anda. Anda boleh percaya atau tidak percaya. Fakta membuktikan banyak orang gagal dalam hidup ini akibat tidak sanggup mengelola emosi dengan baik. Kegagalan dalam bisnis, karir, belajar, keluarga, dan bergaul dengan orang lain, lebih banyak disebabkan oleh emosi yang tidak mendukung. Kekuatan Emosi Masih ingat kejadian musibah nasional bencana tsunami di Aceh tahun 2004. Bencana gelombang tsunami menimbulkan emosi sedih bagi banyak orang yang menjadi korban dan mereka yang menyaksikannya walaupun hanya melalui media massa. Emosi sedih ini bersifat negatif, tetapi apabila dikelola dengan benar bisa menjadi kekuatan bagi banyak orang untuk bertindak positif. Sebut saja misalnya memberikan bantuan dan pertolongan kepada para korban. Bantuan dana milyaran Rupiah dapat dikumpulkan dari berbagai kalangan masyarakat karena emosi sedih berhasil diubah menjadi energi positif. Emosi marah yang kemudian berubah menjadi dendam bisa menimbulkan pembunuhan. Emosi marah ini bila dikelola dengan benar bisa menjadi kekuatan dalam bentuk semangat kerja, belajar, atau berprestasi. Kemarahan Anda terhadap kemiskinan justru menjadi kekuatan besar Anda untuk mengubah kemiskinan menjadi hidup penuh dengan kemakmuran. Emosi takut misalnya takut gagal bisa membuat orang tidak mau mencoba atau berbuat sesuatu. Emosi takut gagal yang negatif ini bila dikelola dengan benar, justru membuat seseorang rajin belajar, banyak bertanya, maupun berlatih agar mampu melakukan sesuatu hingga berhasil. Masih ingat karya besar seperti tembok cina, tahukah Anda bahwa tembok cina itu adalah buah dari rasa takut diserang musuh. Anda perlu tahu, emosi negatif sangat berbahaya bagi tubuh, pikiran, dan kehidupan kita. Dalam psikologi terdapat istilah psikosomatis, yaitu penyakit pada tubuh manusia yang disebabkan oleh emosi negatif. Misalnya stres menyebabkan gangguan pencernaan, khawatir bisa menyebabkan sakit punggung, marah menyebabkan hepatitis, dan sebagainya. Sebaliknya, dengan emosi yang positif kita bisa menjaga kesehatan agar tetap prima dan kebal terhadap penyakit. Bahkan, dengan emosi yang positif suatu penyakit bisa disembuhkan atau setidaknya mempercepat penyembuhan suatu penyakit. Mengubah Emosi Negatif Menjadi Positif Dalam Neuro Linguitik Programming (NLP) terdapat teknik yang dapat mengubah emosi negatif menjadi energi positif seketika dengan menggunakan state of management. Dua cara untuk mengelola keadaan pikiran maupun emosi Anda. Pertama, mengubah fokus pikiran Ketika emosi Anda sedang negatif seperti marah, kecewa, sedih, takut, malas, dan seterusnya, maka Anda perlu menelusuri pikiran Anda lebih dulu. Ide-ide dalam pikiran apa yang menyebabkan timbul emosi negatif itu. Ingat pikiran, emosi, dan tubuh kita merupakan satu kesatuan. Emosi negatif yang sedang Anda alami sesungguhnya timbul akibat ide-ide tertentu baik pengalaman masa lalu, kejadian, atau sesuatu yang ’negatif’. Misalnya Anda sekarang sedang sedih, maka kesedihan Anda mungkin karena pikiran sedang melayang pada suatu kejadian tertentu mungkin orang tercinta meninggal dunia, tagihan kredit sudah jatuh tempo bingung mau bayarnya, ingat anak tidak dapat masuk ke sekolah favorit, atau lainnya. Agar Anda tidak sedih terus menerus, ubahlah fokus pikiran Anda. Gantilah fokus pikiran ’negatif’ tadi ke fokus pada ide-ide positif. Ingatlah kejadian, pengalaman, atau seseorang yang Anda cintai. Misalnya, fokuskan pikiran Anda pada kejadian ketika Anda bercinta dengan pasangan, masa-masa indah saat pacaran, mendapat hadiah ulang tahun, anak-anak yang lucu, mendapat komisi pertama, dan lain lain. Singkatnya, ketika emosi Anda sedang negatif maka ubahlah fokus pikiran Anda pada hal-hal yang positif, maka seketika emosi Anda pun menjadi positif. Kedua, fisiologis Cara kedua untuk mengelola emosi negatif menjadi emosi positif dapat Anda lakukan dengan mengubah fisiologis seperti cara bernafas, cara berdiri, dan ekspresi wajah. Emosi negatif mempengaruhi sistim pernafasan. Pada waktu Anda marah, nafas Anda menjadi pendek, lambat, dan tidak teratur. Dengan mengatur cara bernafas menjadi panjang, dalam, dan teratur, maka emosi Anda menjadi lebih tenang. Postur tubuh Anda, seperti cara berdiri atau duduk Anda bisa mempengaruhi emosi Anda. Kalau posisi duduk menggambarkan pundak tertarik ke bawah dan kepala menggantung ke bawah juga, nafas pendek dan lambat, mata ke bawah dan tidak fokus, mulut tertutup rapat dan tertarik ke bawah, maka postur seperti ini mudah mengundang pikiran dan emosi yang negatif seperti bosan, lelah, dan sebagainya. Jika Anda ingin tampil percaya diri, postur tubuh Anda harus mendukung. Caranya? Misalnya pundak ditarik ke belakang, mata terbuka lebar dan fokus ke depan, nafas cepat dan dalam, dan mulut tertarik keatas. Dengan postur yang tepat seperti ini Anda bisa mengubah emosi negatif menjadi emosi positif. Anda pasti bisa membedakan ekpresi orang yang menang dan kalah, orang yang sukses dan yang gagal. Jauhi pola fisiologis, pola pikir, sikap, dan tindakan orang gagal agar Anda tidak menjadi seperti mereka. Sebaliknya, arahkan pada fisiologisk, pola pikir, sikap, dan tindakan orang-orang yang menang dan sukses, maka Anda pun lambat laun bisa menang dan sukses. Emosi Anda adalah hidup Anda. Anda ingin sukses, mulailah dengan mengelola emosi. Emosi positif yang mendukung diperlukan untuk meraih sukses dan kualitas hidup yang lebih baik. *) Staf Ahli Direksi AJB Bumiputera 1912 Oleh: Sugeng Widodo*
Read More.. Read More..RADIO ISLAM
DAFTAR ISI BLOG
SMS GRATIS
ANDA PENGUNJUNG KE
Kamis, 15 September 2011
Rabu, 14 September 2011
Percaya diri itu seni. Jika Anda merasa belum percaya diri, maka Anda bisa menjadi percaya diri. Jika Anda sudah merasa percaya diri, maka Anda bisa menjadi lebih percaya diri. Percaya diri itu dinamis, ia bisa naik dan turun, berubah dan berkembang. Apa yang perlu Anda lakukan,adalah menjaganya agar tetap berada di tingkat yang optimal dan sehat. UNTUK APAPUN, ANDA HARUS BERBICARA Dalam aktivitas apapun yang Anda lakukan, Anda akan melakukan tiga hal berikut ini: 1. Memimpin; 2. Menjual; 3. Mempresentasikan. Dalam faktanya, Anda bahkan mungkin melakukan ketiganya sekaligus. Jika Anda sedang memimpin, maka Anda pasti sedang menjual sesuatu agar diikuti oleh orang-orang yang Anda pimpin. Dan dalam melakukannya, Anda akan menyajikan atau mempresentasikan berbagai hal yang relevan. Jika Anda sedang menjual sesuatu, Anda sedang mengupayakan posisi memimpin, agar prospek Anda mau mengambil keputusan sesuai dengan yang Anda inginkan sebagai pihak yang menjual. Dan sekali lagi, Anda pasti mempresentasikan berbagai hal yang relevan. Jika Anda sedang berpresentasi, maka Anda bisa dipastikan sedang menjual sesuatu. Dan karena Anda sedang berusaha menjual sesuatu, maka Anda pasti berupaya untuk memimpin audience, agar mendengarkan Anda, agar menyimak presentasi Anda, agar memahami maksud dan tujuan Anda, dan agar teryakinkan sesuai tujuan presentasi Anda. Dalam melakukan semua aktivitas di atas, media paling umum yang akan Anda gunakan adalah komunikasi verbal alias berbicara. Muara dari semua aktivitas itu, atau hasil akhir dari semua aktivitas itu, akan sangat ditentukan oleh kualitas bicara Anda. Sebelum sampai ke persoalan teknis seperti struktur bicara, intonasi, gaya bahasa atau bahkan pilihan kata dan kalimat, aspek mendasar dari kualitas bicara Anda adalah tingkat percaya diri Anda saat melakukannya. Singkatnya, Anda harus menaburkan aura percaya diri saat berbicara. Karena dari situlah segala hasil akhir akan ditentukan. Jadi, titik awal Anda untuk semua aktivitas itu, adalah meraih rasa percaya diri yang lebih baik. Berikut ini adalah kompilasi berbagai alasan untuk percaya diri, yang dikumpulkan dari para pakar manajemen, kepemimpinan, komunikasi dan motivasi. PERCAYA DIRI BERARTI TAHAN BANTING Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih tahan terhadap berbagai tekanan, karena punya tempat berpijak dan cara berpikir yang kokoh dan kuat. Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih mampu menghadapi variasi dari situasi pribadi, sosial dan bisnis yang makin ketat dan makin keras belakangan ini. Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih tahan untuk berhadapan dengan orang lain yang makin hari makin kritis. Ingatlah bahwa tekanan yang makin kuat tidak hanya dialami oleh diri Anda sendiri, melainkan juga oleh setiap orang lain yang hidup bersama Anda di dunia ini. Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih mampu menghadapi orang lain yang makin hari makin keras dan bukan tidak mungkin makin menyebalkan. Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih mampu menghadapi berbagai apresiasi yang realistik dan objektif. Pada akhirnya, jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih memiliki kontrol terhadap berbagai situasi dan keadaan yang penting untuk apapun kepentingan Anda. PERCAYA DIRI BERARTI MAMPU MENGONTROL Percaya diri Anda dibangun dengan berlatih untuk mengontrol berbagai hal. Dengan tingkat percaya diri yang makin baik, akan Anda akan lebih mampu mengontrol berbagai hal. Dengan percaya diri yang lebih tinggi, Anda akan mampu mengontrol berbagai aspek dari kehidupan Anda. Dengan mampu mengontrol berbagai aspek diri pribadi Anda, Anda akan lebih jernih dalam melihat dan mengatur tujuan dan sasaran pribadi Anda. Dengan kejelasan dalam tujuan dan sasaran Anda, maka Anda akan lebih mampu dalam mengarahkan perilaku Anda menuju kepada keberhasilan Anda. PERCAYA DIRI BERARTI TAHU KAPASITAS DIRI Dengan percaya diri, Anda akan memahami seluk beluk dan tingkat kapasitas yang Anda miliki. Dengan mengetahui kapasitas diri, Anda akan mampu melakukan analisis SWOT untuk diri pribadi Anda. Dengan memahami aspek SWOT diri Anda sendiri, maka Anda akan tahu persis dari mana harus memulai dan kemana akan berakhir. PERCAYA DIRI BERARTI SUCCESS ORIENTED Dengan percaya diri, Anda menggeser fokus diri dari jebakan ketakutan akan kegagalan dan kerugian, ke cara pandang yang optimis tentang berbagai kesempatan dan keberhasilan. Anda akan menjadi orang yang success oriented. Dengan percaya diri, Anda tidak akan merasa cukup hanya dengan 'positive thinking', tapi lebih dari itu, Anda akan menuntut 'positive knowing'. Dengan 'positive knowing', Anda akan menjadi orang yang ahli di bidangnya. Anda akan menjadi orang yang expert, ahli dan pakar. Itulah jalan menuju kesuksesan Anda. PERCAYA DIRI BERARTI PERBAIKAN KUALITAS NETWORKING Dengan percaya diri, Anda akan meningkatkan kualitas personality Anda. Dengan kenaikan personality Anda, maka Anda juga akan menaikkan kualitas 'relationship' Anda. Seorang pemimpin atau pengusaha atau pejabat yang memulai dari bawah, kemudian terus naik sampai ke tingkatan tertentu di bidangnya, tidak hanya berhubungan dengan orang-orang di bawahnya. Lebih dari itu, ia juga akan meningkatkan kualitas networkingnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih luas. Ia akan terlibat dengan orang-orang yang juga lebih tinggi kualitasnya, lebih tinggi keahliannya, dan lebih baik tingkat percaya dirinya. Dengan itu, percaya dirinya akan makin meningkat. Dan dengan itu semua, peluang keberhasilannya juga akan meningkat. Dengan percaya diri, Anda akan bertemu dengan orang yang lebih menyenangkan, orang yang lebih baik kualitasnya, orang yang lebih terdidik, orang yang lebih memberi kesempatan dan peluang, orang yang lebih menarik, dan orang yang lebih nikmat bagi Anda untuk berhubungan dengan mereka. PERCAYA DIRI BERARTI KONTROL TEMPERAMEN YANG LEBIH BAIK Di dalam ilmu sosial, ada istilah 'hukum korespondensi', yang mengatakan bahwa 'dunia luar' di luar diri Anda, adalah sebuah cermin sempurna dari 'dunia dalam' di dalam diri Anda. Percaya diri Anda harus dimulai dari dalam. Dan jika Anda berhasil memperbaiki kualitas 'dunia dalam' Anda, maka 'dunia luar' akan mengikutinya. Jika Anda sukses dengan berhasil meraih percaya diri, maka kesuksesan juga akan terjadi pada 'dunia luar' Anda. Jika Anda berhasil meraih percaya diri, maka Anda berpeluang besar untuk meraih keberhasilan dalam kehidupan diri pribadi, kehidupan sosial, kehidupan pendidikan, dunia karir dan dunia bisnis Anda. Keberhasilan meraih percaya diri, berarti keberhasilan meraih kontrol terhadap temperamen pribadi. Itu berarti, Anda juga punya peluang besar untuk mengontrol temperamen 'dunia luar' Anda. Ingat ini: - Indahnya bulan ada di hati Anda; - Pemandangan langit dan lautan luas beserta bintang gemintang, ada di mata Anda. Batasannya pun, tergantung kualitas penglihatan Anda; - Panasnya terik matahari dan api, ada di kulit Anda; - Bau busuk dunia ini, adanya di hidung Anda; - Pedasnya cabai dan panasnya merica, ada di lidah Anda; - Dunia dan seisinya, ada di dalam diri Anda. Jika Anda punya kontrol terhadap temperan diri, maka Anda pantas mengontrol temperamen dunia dan seisinya. Ramah atau tidaknya dunia ini pada Anda, Anda sendiri yang menentukannya. Dan untuk mencapainya, mulailah dengan mempercayai diri Anda sendiri. Tuhan telah menciptakan Anda dengan sempurna, dan Ia menginginkan Anda mempercayai hal itu. PERCAYA DIRI BERARTI MAMPU MENGHAMBAT UPAYA SABOTASE DIRI Percayalah bahwa setiap hambatan, hampir bisa dipastikan datang dari dalam diri sendiri. Setiap hambatan akan men-sabotase dengan mencegah diri Anda dari mengambil tindakan. Tindakan adalah segala aktivitas yang membuat hidup Anda menjadi lebih baik. Resep keberhasilan adalah tindakan, dan untuk bisa bertindak, Anda perlu percaya diri. PERCAYA DIRI BERARTI HIDUP SISTEMATIS Sistematis berarti efisien dan efektif. Dengan percaya diri, Anda akan bertindak. Dan bertindak atas dasar percaya diri, akan membuat Anda mampu mengambil keputusan dan menentukan pilihan. Dengan kemampuan itu, tindakan Anda akan tepat, akurat, efisien dan efektif. PERCAYA DIRI BERARTI PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR Hidup Anda adalah sekolah Anda. Cara belajar Anda mengikuti dua pola, yaitu shaping alias pembentukan dan modelling alias teladan. Percaya diri akan membuat Anda menjadi orang yang lebih mampu dalam melakukan self development, pengembangan dan perbaikan, dan lebih mampu dalam mengambil suri tauladan serta melakukan berbagai inovasi sebagai kelanjutannya. PERCAYA DIRI BERARTI YAKIN AKAN FUNGSI DIRI Dengan percaya diri, Anda akan lebih yakin bahwa keseluruhan diri Anda akan berfungsi dengan baik. Dengan percaya diri Anda akan mampu mendorong diri Anda untuk total, maksimal dan optimal. Dengan semua itu, Anda akan mencapai kemandirian dan kemerdekaan. PERCAYA DIRI BERARTI FOKUS PADA DUNIA LUAR Tidak percaya diri disebabkan oleh kesibukan dalam mengkhawatirkan diri sendiri. Dengan percaya diri, Anda akan disibukkan oleh dunia luar. Dengan percaya diri Anda akan menjadi orang yang lebih melayani, lebih bermanfaat, dan lebih memberi nilai kepada dunia luar. Dengan percaya diri Anda akan berorientasi keluar. Dengan percaya diri, Anda akan lebih berhasil dalam memimpin dan menjual. PERCAYA DIRI BERARTI HIDUP YANG LEBIH NYAMAN DAN MENYENANGKAN Dengan percaya diri Anda akan lebih menikmati diri sendiri, lebih menikmati dunia luar. Hidup Anda akan penuh dengan kegembiraan, dengan hanya sedikit kekhawatiran. Dunia Anda akan lebih nyaman dan menyenangkan. Dengan percaya diri, Anda bisa membuat 'hidup lebih hidup'. PERCAYA DIRI BERARTI PESAN POSITIF Dengan percaya diri, Anda akan mengkomunikasikannya kepada dunia di luar Anda. Dengan percaya diri, Anda akan membuat orang lain menjadi percaya diri. Dengan percaya diri, Anda akan lebih meyakinkan. Percaya diri adalah pesan. Pesan yang amat penting untuk dikomunikasikan kepada orang yang terlibat dengan Anda. Dengan percaya diri, sekali lagi Anda akan berhasil dalam memimpin dan menjual. PERCAYA DIRI BERARTI PELUANG UNTUK MENUMBUHKAN KHARISMA Dengan percaya diri, Anda berpeluang besar untuk menumbuhkan tingkat maksimal dari percaya diri, yaitu kharisma. Dengan percaya diri, Anda akan menciptakan jalan untuk menjadi orang yang selalu didengar kata dan perintahnya. DARI MANA DATANGNYA PERCAYA DIRI? Percaya diri datang dari kemampuan berkomunikasi secara verbal, dengan berbicara. Dengan berbicara, Anda akan berbicara pada diri sendiri dan berbicara pada orang lain. Berbicara kepada diri sendiri akan menjalankan proses manajemen diri. Andalah orang yang paling tahu harus mengatakan apa pada diri sendiri. "Saya bisa" atau "Saya tidak bisa". "Saya akan berhasil" atau "Saya akan gagal". "Saya harus melakukan ini" atau "Saya memang menginginkan ini". "Saya yang menentukan" atau "Bukan Saya yang menentukan". "Saya yang memilih" atau "Orang lain yang memilih". "Terserah Saya" atau "Terserah orang lain". Berbicara kepada orang lain akan menjalankan proses manajemen diri orang lain. "Anda harus begini atau harus begitu". "Saya meminta Anda melakukan ini atau itu". "Saya ingin hasilnya begini atau begitu". "Saya yang menentukan, bukan Anda yang menentukan". "Saya yang memerintah Anda yang mengikuti". "Saya yang menjual dan Anda yang membeli". "Jika Anda ingin berhasil, ikuti saran Saya".
Read More.. Read More..Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari "tidak pede" dalam menghadapi suatu situasi atau persoalan? Saya yakin hampir setiap orang pernah mengalami krisis kepercayaan diri dalam rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut. Ruang konseling di website inipun banyak diwarnai dengan pertanyaan seputar kasus-kasus yang berhubungan dengan krisis kepercayaan diri tersebut. Sudah tentu, hilangnya rasa percaya diri menjadi sesuatu yang amat mengganggu, terlebih ketika dihadapkan pada tantangan atau pun situasi baru. Individu sering berkata pada diri sendiri, “dulu saya tidak penakut seperti ini....kenapa sekarang jadi begini ?” ada juga yang berkata: "kok saya tidak seperti dia,...yang selalu percaya diri...rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri saya...saya malu menjadi diri saya!”Menyikapi kondisi seperti tersebut diatas maka akan muncul pertanyaan dalam benak kita: mengapa rasa percaya diri begitu penting dalam kehidupan individu. Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri dapat diperbaiki sehingga tidak menghambat perkembangan individu dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun dalam hubungan interpersonal. Jika memang rasa kurnag percaya diri dapat diperbaiki, langkah-langkah apakah yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan saya jawab dalam artikel ini. Kepercayaan Diri Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri. Karakteristik Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang percaya diri Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional, diantaranya adalah : * Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain * Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok * Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain – berani menjadi diri sendiri * Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil) * Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain) * Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, ornag lain dan situasi di luar dirinya * Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi. Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang kurang percaya diri Beberapa ciri atau karakteristik individu yang kurang percaya diri, diantaranya adalah: * Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok * Menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan * Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan dir) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri – namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri * Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif * Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil * Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri) * Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu * Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangattergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain) Perkembangan Rasa Percaya Diri Pola Asuh Para ahli berkeyakinan bahwa kepercayaan diri bukanlah diperoleh secara instant, melainkan melalui proses yang berlangsung sejak usia dini, dalam kehidupan bersama orangtua. Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, namun faktor pola asuh dan interaksi di usia dini, merupakan faktor yang amat mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri.Sikap orangtua, akan diterima oleh anak sesuai dengan persepsinya pada saat itu. orangtua yang menunjukkan kasih, perhatian, penerimaan, cinta dan kasih sayang serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak, akan membangkitkan rasa percara diri pada anak tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai di mata orangtuanya. Dan, meskipun ia melakukan kesalahan, dari sikap orangtua anak melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya, namun karena eksisitensinya. Di kemudian hari anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang mampu menilai positif dirinya dan mempunyai harapan yang realistik terhadap diri – seperti orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya. Lain halnya dengan orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anak, atau suka mengkritik, sering memarahi anak namun kalau anak berbuat baik tidak pernah dipuji, tidak pernah puas dengan hasil yang dicapai oleh anak, atau pun seolah menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada kemampuan dan kemandirian anak dengan sikap overprotective yang makin meningkatkan ketergantungan. Tindakan overprotective orangtua, menghambat perkembangan kepercayaan diri pada anak karena anak tidak belajar mengatasi problem dan tantangannya sendiri – segala sesuatu disediakan dan dibantu orangtua. Anak akan merasa, bahwa dirinya buruk, lemah, tidak dicintai, tidak dibutuhkan, selalu gagal, tidak pernah menyenangkan dan membahagiakan orangtua. Anak akan merasa rendah diri di mata saudara kandungnya yang lain atau di hadapan teman-temannya. Menurut para psikolog, orangtua dan masyarakat seringkali meletakkan standar dan harapan yang kurang realistik terhadap seorang anak atau pun individu. Sikap suka membanding-bandingkan anak, mempergunjingkan kelemahan anak, atau pun membicarakan kelebihan anak lain di depan anak sendiri, tanpa sadar menjatuhkan harga diri anak-anak tersebut. Selain itu, tanpa sadar masyarakat sering menciptakan trend yang dijadikan standar patokan sebuah prestasi atau pun penerimaan sosial. Contoh kasus yang riil pernah terjadi di tanah air, ketika seorang anak bunuh diri gara-gara dirinya tidak diterima masuk di jurusan A1 (IPA), meski dia sudah bersekolah di tempat yang elit; rupanya sang orangtua mengharap anaknya diterima di A1 atau paling tidak A2, agar kelak bisa menjadi dokter. Atau, orangtua yang memaksakan anaknya ikut les ini dan itu, hanya karena anak-anak lainnya pun demikian. Situasi ini pada akhirnya mendorong anak tumbuh menjadi individu yang tidak bisa menerima kenyataan dirinya, karena di masa lalu (bahkan hingga kini), setiap orang mengharapkan dirinya menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Dengan kata lain, memenuhi harapan sosial. Akhirnya, anak tumbuh menjadi individu yang punya pola pikir : bahwa untuk bisa diterima, dihargai, dicintai, dan diakui, harus menyenangkan orang lain dan mengikuti keinginan mereka. Pada saat individu tersebut ditantang untuk menjadi diri sendiri – mereka tidak punya keberanian untuk melakukannya. Rasa percaya dirinya begitu lemah, sementara ketakutannya terlalu besar. Pola Pikir Negatif Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-orang baru, dsb. Reaksi individu terhadap seseorang atau pun sebuah peristiwa, amat dipengaruhi oleh cara berpikirnya. Individu dengan rasa percaya diri yang lemah, cenderung mempersepsi segala sesuatu dari sisi negatif. Ia tidak menyadari bahwa dari dalam dirinya lah semua negativisme itu berasal. Pola pikir individu yang kurang percaya diri, bercirikan antara lain: * Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri (“saya harus bisa begini...saya harus bisa begitu”). Ketika gagal, individu tersebut merasa seluruh hidup dan masa depannya hancur. * Cara berpikir totalitas dan dualisme : “kalau saya sampai gagal, berarti saya memang jelek” * Pesimistik yang futuristik : satu saja kegagalan kecil, individu tersebut sudah merasa tidak akan berhasil meraih cita-citanya di masa depan. Misalnya, mendapat nilai C pada salah satu mata kuliah, langsung berpikir dirinya tidak akan lulus sarjana. * Tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism : suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa dirinya memang pantas dikritik. * Labeling : mudah menyalahkan diri sendiri dan memberikan sebutan-sebutan negatif, seperti “saya memang bodoh”...”saya ditakdirkan untuk jadi orang susah”, dsb.... * Sulit menerima pujian atau pun hal-hal positif dari orang lain : ketika orang memuji secara tulus, individu langsung merasa tidak enak dan menolak mentah-mentah pujiannya. Ketika diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menerima tugas atau peran yang penting, individu tersebut langsung menolak dengan alasan tidak pantas dan tidak layak untuk menerimanya. * Suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri : senang mengingat dan bahkan membesar-besarkan kesalahan yang dibuat, namun mengecilkan keberhasilan yang pernah diraih. Satu kesalahan kecil, membuat individu langsung merasa menjadi orang tidak berguna. Memupuk Rasa Percaya Diri Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Beberapa saran berikut mungkin layak menjadi pertimbangkan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri. 1. Evaluasi diri secara obyektif Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar “kekayaan” pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri. Sadari semua asset-asset berharga Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistik. 2. Beri penghargaan yang jujur terhadap diri Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini. Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan menghargai diri sendiri – hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. 3. Positive thinking Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody’s perfect dan it’s okay if I made a mistake. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. 4. Gunakan self-affirmation Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri. Contohnya: * Saya pasti bisa !! * Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya ! * Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena membantu saya memahami tantangan * Sayalah yang memegang kendali hidup ini * Saya bangga pada diri sendiri 5. Berani mengambil resiko Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No Risk, No Gain. 6. Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan “beban” seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat “cemburu” hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda. 7. Menetapkan tujuan yang realistik Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan. Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat melakukan beberapa hal serpti yang disarankan di atas, niscaya anada akan terbebas dari krisis kepercayaan diri. Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan/overdosis. Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu. Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk “harus” menjadi orang sukses. Selain itu, persepsi yang keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata. Hal ini pun bisa didapat dari lingkungan di mana individu di besarkan, dari teman-teman (peer group) atau dari dirinya sendiri (konsep diri yang tidak sehat). Contohnya, seorang anak yang sejak lahir ditanamkan oleh orangtua, bahwa dirinya adalah spesial, istimewa, pandai, pasti akan menjadi orang sukses, dsb – namun dalam perjalanan waktu anak itu sendiri tidak pernah punya track record of success yang riil dan original (atas dasar usahanya sendiri). Akibatnya, anak tersebut tumbuh menjadi seorang manipulator dan dan otoriter – memperalat, menguasai dan mengendalikan orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasa percaya diri pada individu seperti itu tidaklah didasarkan oleh real competence, tapi lebih pada faktor-faktor pendukung eksternal, seperti kekayaan, jabatan, koneksi, relasi, back up power keluarga, nama besar orangtua, dsb. Jadi, jika semua atribut itu ditanggalkan, maka sang individu tersebut bukan siapa-siapa. (jp) sumber : www.e-psikologi.com
Read More.. Read More..Sukses adalah karakter!" Ini yang selalu saya katakan di setiap kesempatan. Untuk sukses, anda hanya perlu membangun karakter sukses yang ada dalam diri anda. Dengan apa? Salah satunya adalah motivasi diri yang superdahsyat! Kali ini kita akan action pada motivasi diri. Mengapa harus motivasi diri?Jawabannya banyak sekali. Namun salah satunya adalah hanya dengan motivasi diri yang kuat, kita mampu melewati masa-masa sulit. Martin Luther King, Jr. mengatakan bahwa "Ukuran akhir seorang manusia bukanlah saat ia berdiri saat nyaman, melainkan berdiri saat ada tantangan dan kontroversi." Dalam Hal ini Motivasi diri adalah kunci utamanya. Lantas, bagaimana memberikan motivasi diri yang superdahsyat untuk menuju kesuksesan itu? Berikut 5 tips sederhana motivasi diri yang sukses: 1. Think Positive. Atau Berpikir positif setiap saat. Semua bermula dari pikiran anda. Dengan berpikir positif anda akan menarik lebih banyak hal-hal positif kepada anda. Dengan demikian lebih banyak hal yang mendukung anda untuk membangun motivasi diri yang dahsyat. Selalu ada sisi positif dari segala sesuatu. 2. Be Your Positive self. Jadilah diri anda yang positif. Saya sering mengatakan bahwa untuk membangun motivasi diri yang tangguh, anda harus menjadi diri anda yang positif. Tak cukup dengan menjadi diri sendiri. Tapi menjadi diri anda yang positif. 3. Act like a motivator. Bertindaklah layaknya seorang motivator handal. Dan berikan motivasi pada diri anda ketika sedang dalam keadaan down. Motivasi diri anda pada saat-saat seperti ini sangat menentukan. 4. Motivate another people. Emerson mengatakan "Tidak ada yang membantu orang lain tanpa membantu dirinya sendiri." Membantu orang lain berarti membantu diri anda. Berikan motivasi diri bagi mereka yang sedang membutuhkan, dan rasakan perubahan besar dalam diri anda. 5. Give Thanks. Berterima kasihlah pada siapa saja dan dengan alasan apa saja. Bersyukurlah. Inilah inti dari semua kebijaksanaan, terutama motivasi diri. Dengan bersyukur anda telah melangkah 1000 langkah lebih maju dari seharusnya. Inilah 5 tips sederhana untuk motivasi diri yang superdahsyat. Praktekkanlah dan sukseslah! Edward Rhidwan | The Spiritor Indonesia "Motivasi diri anda, dan sukseslah!"
Read More.. Read More..Bagi anda penikmat siaran TV, khususnya Metro TV pasti tidak asing lagi dengan motivator ulung yang bernama Mario Teguh si Golden Ways. Biarpun saat ini sedang di hebohkannya dengan rencana penutupan Akun Twitter Mario Teguh, namun saya yakin, nama mario teguh tetap menjadi favorit urusan motivator. Pernah suatu ketika Mario Teguh menjelaskan makna sukses dan cara membangun motivasi diri. Dengan menggunakan bahasa yang santun dan kata-kata yang mudah di mengerti, menjadikan penjelasannya itu mudah untuk di serap dan di terima. Inilah sekelumit ringkasan dari penjelasan mario teguh si Golden Ways : Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkan bahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian, meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itu semua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarang orang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesukses an yang pernah diraihnya. Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari comfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yang bisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantu satu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisa membantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup Anda. Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, “Biarlah kita sekarang susah, asal nanti kita sukses“. Ini jelas enggak pernah bakal sukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraih kesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?. Ada pepatah yang mengatakan, “Sukses akan melahirkan sukses yang lain.” Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kita semakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan dan melangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengan sukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akan menjemput Anda. Penjelasan Anda mengingatkan saya akan nasehat Sufi Besar, Imam Ibnu ‘Atha’illah, yang mengatakan, “Tanamkanlah ujudmu dalam bumi yang sunyi sepi, karena sesuatu yang tumbuh dari benda yang belum ditanam, tidak sempurna hasilnya.” Sehingga ada pertanyaan, bagaimana memupuk rasa rendah hati dalam diri kita ? O, ya ? Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memupuk kerendahan hati diantaranya adalah dengan menyadari kembali bahwa seluruh yang kita punyai adalah anugerah-Nya, berkah-Nya atau rahmat-Nya. Karenanya katakan pada diri sendiri, “Aku masih ingin belajar”, “Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku” , “Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik”. “Aku masih ingin belajar”, “Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku” , “Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik”. Jika ditilik dari kehidupan kita, umat Islam, nampaknya metode memupuk kerendahan hati yang Anda sampaikan masih menjadi problem besar tersendiri ya ? Persis seperti yang saya perhatikan selama ini. Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebih memprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanya dulu, “Orang itu madzhabnya apa ?.” Dia tidak akan menerima orang yang tidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negara maju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudi mengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya. Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidak khawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka. Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkan pembicara “orang luar”), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatan batin. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salah satu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akan tetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinan agamanya.
Read More.. Read More..Pola Pikir tentang Utang yang Membuat Kaya Pak Hasan, kolega saya di Institut Kemandirian. Suatu ketika ia menyampaikan ceramah singkat setelah shalat zuhur. Ceramahnya tentang seorang pengusaha di Bandung. Suatu ketika, sang pengusaha ditimpa bencana. Ia pun down dan frustasi. Bisnisnya hampir-hampir hancur. Sang pengusaha lalu melakukan perjalanan dari mesjid ke mesjid. Dari perjalanan inilah, ia memperoleh pola pikir baru. Ia benar-benar tercerahkan. Attachments Apakah Kita Perlu Belajar dari Kegagalan? Menarik untuk disimak, kegagalan bisa diartikan berbeda oleh banyak orang. Satu pandangan mengatakan kegagalan adalah ketidakmampuan mencapai apa yang diinginkan.Sementara ada juga yang menganggap kegagalan terjadi akibat terlalu memaksakan diri melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan yang ada atau istilahnya “nafsu besar tenaga kurang”. Kalau kita bercermin pada perusahaan-perusahaan dan tokoh-tokoh besar dunia, mempelajari kegagalan hanya berguna dalam konteks pencapaian sukses. Dalam hal ini, kegagalan memberikan pengetahuan tentang apa yang kita luput lakukan di masa lalu dan bagaimana kita sebaiknya melakukannya di masa depan agar sukses tercapai. Attachments Pernahkan terlintas dibenak Anda mengapa beberapa orang tertentu seperti dilahirkan sebagai winners? Orang-orang seperti ini biasanya dengan mudah meraih prestasi dan memiliki karir sukses. Apa sesungguhnya yang membuat orang-orang ini berhasil, sementara yang lain jatuh gagal? Sebetulnya tidak ada yang aneh dalam hal ini. Orang-orang ini memiliki kemampuan mengelola potensi yang ada dalam dirinya dan mengambil alih kendali hidup yang diarahkan untuk pencapaian sebuah tujuan. Dalam kata lain, mereka menguasai personal power. Attachments Berhenti Berpikir dan Take Action Banyak diantara kita yang punya “hobby” belajar tapi rasanya kok hidup belum menunjukan perubahan berarti. Berapa banyak buku yang sudah Anda baca, berapa kali sudah Anda pergi ke seminar, berapa kali Anda diminta untuk segera take action tapi sampai detik ini Anda masih belum bergerak. Merasa bersalah? Attachments Berpikir Kreatif Pasca Kehilangan Pekerjaan Barangkali agak aneh kedengarannya bahwa Anda justru memperoleh kebebasan ketika kehilangan pekerjaan. Saat ini adalah momen yang tepat untuk mendefinisikan kembali apa yang Anda mau dari kehidupan karir Anda. Banyak orang-orang sukses yang memulai karirnya setelah mereka kehilangan pekerjaan. Penulis terkenal dari Inggris, J.K. Rowling, menulis novel Harry Potter ketika ia tidak punya pekerjaan dan hidupnya tergantung dari tunjangan pemerintah. Namun pemikiran kreatifnya menghasilkan salah satu novel yang paling laris di dunia dan mendatangkan keuntungan milyaran dollar. Attachments Mengatasi Kurangnya Motivasi Salah satu faktor yang menghalangi Anda untuk sukses adalah kurangnya motivasi. Berapa kali Anda berkata, “Saya ingin kaya”, “Saya ingin berhasil” tetapi Anda tidak membuktikan dalam tindakan Anda bahwa Anda bisa kaya dan Anda bisa berhasil. Disini saya akan mengajak Anda untuk melihat lima hal yang ingin Anda perhatikan agar Anda tetap termotivasi untuk memperoleh apa yang menjadi mimpi Anda. Attachments Tips Membuat dan Mencapai Resolusi Tahun Baru Kalau Anda seperti kebanyakan orang tentunya Anda punya resolusi di tahun 2009 ini. Apakah resolusi ini ditulis diatas kertas ataupun hanya sekedar disimpan di kepala. Pastinya Anda punya tujuan ingin seperti apa di tahun 2009 ini. Namun tidak banyak diantara kita yang mampu merealisasikan resolusi tahun baru. Seringnya kita jadi lupa ketika bulan mulai berganti dan kesibukan semakin bertambah. Attachments Seberapa Berat Masalah Menekan Anda? Betapa banyak di dunia ini, manusia-manusia dengan uang dan kekayaan yang luar biasa banyak, tapi masih saja meminta diskon untuk barang yang diinginkannya. Itu berarti harta fisiknya besar, tapi jiwanya? Dalam tulisan saya : Masalah, I Love You, saya harap anda sudah belajar untuk terus meningkatkan kemampuan. Proses ini penting agar masalah bisa diselesaikan dan anda menjadi pribadi yang terus berkembang. Pengembangan diri yang by design jadinya. Pada kesempatan kali ini, mari kita bedah tentang seberapa besar sih masalah yang anda hadapi menekan anda. Attachments Masalah, I Love You.... Bila anda menilai hidup anda sekarang, apakah dipenuhi lebih banyak kesulitan atau kemudahan? Bila anda merasa anda selalu dirundung kesulitan, berarti ada satu kesadaran yang harus ditimbulkan: Kemampuan anda tidak meningkat. Dengan kemampuan yang tetap atau malah turun, maka hidup anda memang akan selalu sulit. Attachments Ikan Sega * Kita semua tahu bahwa orang-orang Jepang sangat menggemari ikan segar. Pasti anda pernah mengenal yang dinamakan sashimi….wow…salah satu makanan yang sangat saya gemari….:-) Kegemaran orang Jepang untuk memakan ikan segar merupakan tradisi yang telah turun temurun. Karena itu tentu saja kebutuhan akan ikan segar di Jepang sangatlah besar. Tapi seperti sering terjadi dalam dalam kehidupan, polaritas “muncul” untuk memberikan makna dalam kehidupan. Apa yang kita senangi, susah didapat, apa yang kurang digemari selalu ada dekat dengan kita.
Read More.. Read More..Manusia adalah makhluk yang diberikan banyak kelebihan diantara makhuluk lainnya. Selain bentukkanya sempurna dan terbaik diantara makhluk lainnya, manusia dikaruniai kemampuan untuk berpikir. Kemampuan berpikir inilah menjasikan manusia menjadi makhluk paling berbudaya Kemampuan berpikr manusia menjadikan manusia memiliki kemampuan untuk memilih jalan hidupnya.Kekuatan memilih manusia jika digunakan dengan baik, bisa mengubah nasib dengan cepat, termasuk dalam urusannya dengan kekayaan Ada banyak cara mencari kekayaan. Anda bebas menentukan pilihan cara mencari kekayaan. Anda bisa bekerja dan meniti karir hingga puncak, Anda bisa menikahi anak orang kaya dan berharap mendapatkan warisan, Anda juga bisa menjadi investor, dan Anda tentu juga bisa memilih kaya dengan cara menjadi pengusaha. Ya… semua itu adalah pilihan hidup Jika Anda memilih menjadi pengusaha untuk kesuksesan financial, maka hendaknya pilihan Anda itu benar-benar diyakini dan diperjuangkan. Sebab banyak yang punya pilihan hidup, tapi tidak meyakini, apalagi memperjuangkannya. Ia hanya melihat hasil-hasil yang dicapai orang lain, tanpa berusaha melihat bagaimana ia memperjuangkannya. Ia hanya menjadi pemimpi dan tidak pernah ada aksinya. Dan akhirnya keinginannya menjadi pengusaha sekedar mimpi yang tidak pernah bisa terwujud Karena itulah situs ini hadir di hadapan Anda. Pengusaha Sukses .com semoga bisa menjadi “teman” Anda dalam memperjuangkan mimpi menjadi pengusaha sukses, jika memang ini impian Anda Semoga…
Read More.. Read More..Diri sendiri adalah sifat penting yang Anda butuhkan untuk memperoleh kesuksesan di dalam kehidupan anda. Untuk satu hal ini, Anda harus memiliki kepercayaan diri terlebih dahulu untuk memperoleh rasa percaya diri dan menghargai orang lain. Kepercayaan diri tampaknya seperti jauh dan sulit untuk mencapai tujuan, namun dapat benar-benar dicapai dengan beberapa langkah kecil. Tips berikut ini mungkin berguna untuk mengatasi masalah kurang rasa percaya diri dan menghilangkan kebiasaan minder. 1. Berkonsentrasi pada kekuatan bukan pada kelemahan. Keyakinan berasal dari dalam. Anda harus berkonsentrasi pada hal-hal positif tentang diri anda. Menulis sepuluh hal positif tentang diri anda. Memusatkan perhatian pada potensi. Ini adalah alasan Anda harus mencintai diri sendiri dan memiliki kepercayaan diri sendiri. Memberikan penghargaan sendiri untuk setiap hal positif yang Anda tulis tentang diri anda. Ingat, Anda seseorang spesial. 2. Mencoba hal baru Pengalaman baru dapat memberikan keyakinan dengan membantu Anda tumbuh sebagai orang. Anda tidak perlu mengambil skydiving atau apapun drastis seperti itu. Memulai hobi baru atau mengambil kelas yang lebih besar untuk membantu Anda mengembangkan keterampilan abadi anyway. Pendekatan pengalaman baru sebagai kesempatan untuk belajar, bukan kesempatan untuk menang atau kalah. Melakukan hal tersebut akan membawa Anda peluang baru dan dapat meningkatkan rasa penerimaan diri. 3. Menggunakan citra positif Jalan untuk diri sendiri terutama adalah sebuah latihan mental. Visualisasi sendiri sebagai orang yang percaya diri adalah salah satu cara untuk membuat yakin mentalitas. Citra Positif adalah cara lain untuk membangun kepercayaan diri. Dan jangan memberikan ruang untuk berkembangnya pikiran negatif. 4. Meningkatkan skill percakapan Meningkatkan kemampuan bicara dapat membantu Anda merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam situasi sosial yang lebih besar akan mengakibatkan keyakinan secara keseluruhan. Jika Anda memelihara kontak mata dan menjadi pendengar yang baik, Anda juga akan mengeluarkan aura yang lebih percaya diri. 5. Jadilah diri sendiri Dasar memiliki sikap positif terhadap diri sendiri adalah kunci untuk mendapatkan kepercayaan diri. Anda harus percaya dengan diri anda, dari kepribadian Anda, agar dapat benar-benar yakin bahwa anda bisa dan mampu.
Read More.. Read More..Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal.Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian dari penunjang kesuksesan. Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur hidup yang dimilikinya. Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih. Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya. Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Berikut ini adalah beberapa kiat guna membangun percaya diri. Pertama, berani menerima tanggung jawab. Gerald Kushel, Ed.D., direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi. Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil "sempurna" tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja. Kedua, kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, "Saya tidak bisa," menjadi, "Saya bisa!" Ketiga, bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali. Keempat, berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin. Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama? Kelima, tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita. Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita. Keenam, ikuti saran positif. Rasa percaya diri merupakan sifat "menular". Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut. Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita. Ketujuh, jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif. Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri. Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, "La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim" (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya). Wallahu a`lam.n deny riana/mqp Sumber : http://www.republika.co.id/
Read More.. Read More..Selasa, 13 September 2011
Rasa percaya diri yang baik dapat berperan banyak dalam menunjang sukses karir Anda. Berikut ini akan diuraikan Tips bagaimana meningkatkan ras percaya diri Anda dengan mudah: 1. Rasa Malu/minder. Rasa percaya diri sangat dekat dengan rasa malu/minder pada diri seseorang. Anda harus mampu mengupas perasaan malu Anda untuk kemudian mengatasinya satu demi satu. Dan obat paling mujarab untuk mengatasi rasa malu Anda adalah dengan rasa malu Anda tersebut. Misalnya Anda malu berbicara di depan audien maka mulailah sedikit-sedikit belajar berbicara di depan audien atau Apabila Anda bergender laki-laki, ketika Anda malu mendekati cewek idaman Anda maka mulailah belajar mendekati cewek walaupun ia bukan idaman Anda, sekedar untuk berlatih –cara ini lumayan mudah diterapkan dan saya yakin Anda akan menikmatinya. Dan kata kuncinya adalah ‘paksa diri Anda’, karena disini Anda dituntut untuk lepas dari zona nyaman Anda sebagai ‘seorang pemalu’. 2. Jangan Takut Akan Kesempurnaan. Tampil sempurna dan tampil baik bukan merupakan hal yang sama. Khawatir tentang rasa malu akibat kesalahan-kesalahan kecil, akan menghindarkan Anda dari kesempatan-kesempatan bagus menantang yang dapat lebih mematangkan diri Anda. Misalnya Anda ditunjuk sebagai koordinator sebuah Acara –walau Anda belum pernah menghandle sebuah acarapun, jangan panik atau bahkan jangan menolak. Terima dan jalani saja kepercayaan yang diberikan, ini merupakan kesempatan Anda mulai belajar satu-demi-satu seluk beluk pengelolaan Acara tersebut. Kalaupun pada Acara ini Anda gagal, setidaknya Anda telah banyak belajar di sini, dan ketika Anda dihadapkan pada tanggung jawab serupa Anda sudah menguasainya. 3. Jangan Takut Akan Kegagalan. Ketika sekolah, Anda sering diajarkan tentang bagaimana ‘mengerikannya’ sebuah kegagalan yang harus selalu Anda hindari. Namun, pada relita kehidupan ini, kegagalan justru merupakan cara seseorang untuk belajar. Memang tidak selamanya belajar dari kegagalan merupakan suatu hal yang menyenangkan, namun kalau Anda membaca perjalanan hidup orang-orang berhasil, Anda akan menemukan bahwa mereka labih banyak mengalami kegagalan dibanding orang-orang pada umumnya. Berusahalah berpikir positif bahwa di setiap kegagalan Anda, pasti ada rencana Tuhan yang lebih besar untuk Anda. 4. Prilaku Positif. Cobalah untuk balajar bagaimana berprilaku positif. Dua orang memiliki keahlian (skills) dan kemampuan (ability), namun prilaku positif yang dimiliki, akan menempatkan mereka pada posisi yang berbeda. Hal ini bukan merupakan proses semalam jadi, tapi proses yang berjalan terus menerus selama Anda hidup. 5. Tingkatkan Setiap Hari. Usahakan untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda setiap hari, walaupun sedikit-sedikit. Namun setelah berjalan 1 atau 2 tahun, dan Anda menengok ke belakang, Anda akan merasakan lengkah besar yang telah Anda lakukan dalam hidup Anda. Misalnya, ketika SMA Anda merupakan seorang pemalu yang minder bila harus tampil di depan kelas, namun sekarang Anda sudah menjadi pembicara hebat
Read More.. Read More..SUKSES!!! Sebuah kata yang begitu sederhana, namun membutuhkan proses panjang untuk mencapainya. Selain membutuhkan sebuah proses yang cukup panjang, dalam mencapai kesuksesan juga dibutuhkan adanya motivasi diri yang kuat. Karena dengan berbekal motivasi diri yang kuat, secara tidak langsung mampu menggerakan kita untuk mulai berusaha mendekatkan diri dengan kesuksesan yang dicita-citakan. Pentingnya motivasi diri untuk meraih kesuksesan tidak dapat diragukan lagi. Tetapi untuk menumbuhkan motivasi dalam diri seseorang tidaklah mudah, karena motivasi juga sering dipengaruhi oleh perasaan dan emosional yang ada dalam diri seseorang. Misalnya saja saat sedang mengikuti seminar motivasi, emosional Anda saat mengikuti seminar tersebut pasti akan naik sehingga Anda begitu termotivasi untuk mewujudkan cita – cita yang ingin dicapai. Namun lihat motivasi Anda setelah satu bulan tidak mengikuti seminar tersebut, motivasi diri Anda akan menurun drastis jika tidak memperoleh siraman motivasi secara rutin. Berikut beberapa cara rutin yang dapat digunakan untuk menumbuhkan motivasi dalam diri kita untuk mencapai kesuksesan : 1. Mulailah bermimpi dengan akan kesuksesan yang akan Anda raih dengan rasa senang. Dengan adanya rasa senang, Anda akan termotivasi untuk menjalankan semua proses tanpa merasakan beban sedikitpun. 2. Gunakan impian yang ingin dicapai untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar Anda. Karena pikiran bawah sadar kita akan mempengaruhi perilaku dan kegiatan yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita cita – citakan. 3. Rajin mencari inspirasi. Carilah inspirasi memacu semangat Anda untuk meraih sukses, misalnya dengan membaca buku perjalanan orang – orang yang telah sukses ataupun mengikuti seminar motivasi yang belakangan ini sering diadakan. 4. Bekerjakeras dan selalu bertanggungjawab. Cara yang kedua ini sangat diperlukan karena dengan kerja keras, semua hambatan serta kegagalan yang terjadi dapat diatasi. Serta dengan adanya rasa tanggungjawab dapat memotivasi kita untuk memberikan hasil yang terbaik. 5. Pilihlah lingkungan yang dapat mendukung impian Anda. Pilihlah teman atau komunitas yang memiliki impian sama dengan Anda, karena dengan dukungan lingkungan sekitar Anda dapat memperoleh motivasi positif dari mereka. Selain itu ada rekan – rekan Anda juga siap memberikan bantuan jika Anda mendapatkan kesulitan dalam menjalankan proses yang ada. 6. Disiplin dan konsisten akan kesuksesan yang ingin dicapai. Tanamkan kedisplinan sejak sekarang, karena dengan membiasakan diri dengan disiplin akan membiasakan diri kita memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai setiap harinya. Sehingga impian besar yang kita inginkan lebih cepat tercapai jika proses yang kita kerjakan, dilakukan dengan kedisiplinan. 7. Kembangkan terus impian Anda. Usahakan pilih tujuan hidup yang tidak terlalu sederhana, karena impian yang terlalu sederhana membuat kita tidak sepenuhnya termotivasi. Karena untuk menumbuhkan motivasi dan kekuatan diri kita sebenarnya diperlukan sebuah mimpi besar yang ingin kita capai. Kunci sukses seseorang tergantung dengan besarnya motivasi diri yang dimilikinya. Kembangkan motivasi diri kita dan lakukan proses pencapaian impian Anda mulai dari sekarang. Salam sukses
Read More.. Read More..Motivasi diri - meningkatkan motivasi potensi diri - kepercayaan diri - motivasi sukses - meningkatkan rasa percaya diri Apakah Anda memiliki postur diri yang baik? Apakah Anda bangga dengan apa yang telah Anda hasilkan? Apakah Anda bersemangat untuk hidup Anda menggapai cita-cita Anda? Bagaimana kesan teman-teman Anda melihat keseharian Anda? Percaya atau tidak, Anda adalah produk / hasil dari apa yang Anda pikirkan saat ini.Anda juga merupakan produk dari apa yang Anda putuskan lima sampai enam tahun yang lalu. Dan Anda adalah hasil dari kebersamaan Anda dengan orang-orang yang Anda selalu bergaul selama ini. Anda kaget? Namun begitulah adanya. Saya teringat akan kisah seekor anak elang yang terdampar dalam kumpulan anak-anak ayam. Sang induk ayam tidak menduga bahwa salah satu anaknya adalah seekor elang. Meski ia memperhatikan ada sesuatu yang berbeda baik dari suara maupun bentuk tubuh anaknya, karena ia seorang yang kasih sayang, maka ia tidak memperdulikannya. Namun demikian ia selalu mendidik semua anaknya - seperti hal induk ayam lainnya - untuk bertindak sebagai ayam dan berhati-hati dengan bangsa elang yang dapat sewaktu-waktu menyambar. Bila sang anak elang tidak merubah mindsetnya, mengubah motivasi dirinya, betapa sebenarnya ia memiliki potensi yang luar biasa, maka ia akan bertindak sebagai ayam. Kira-kira begitulah analogi kehidupan kita. Bila kita memiliki motivasi untuk berubah untuk menjadi lebih baik, maka kita mesti merubah nasib kita sendiri. Untuk mengubah hidup Anda, ubahlah diri Anda sendiri! Perbaiki dulu konsep diri Anda. Pertanyaan selanjutnya, Anda mesti mengenal konsep diri Anda yang sebenarnya. Bagaimana caranya? Mudah diutarakan, perlu waktu untuk menjabarkannya. Namun akan saya mulai dari hal yang sederhana. Semua ini bergantung kepada diri kita. Terserah Anda bila Anda ingin memiliki motivasi diri yang luar biasa, motivasi diri yang tinggi serta konsisten dalam berbagai macam arena kehidupan. Tentu saja ini berhubungan erat dengan pengembangan kepribadian Anda. Semakin besar kemampuan ada melakukan pengembangan kepribadian ini, semakin besar potensi sukses Anda. Anda bisa memilih diri Anda untuk memberikan motivasi potensi diri untuk lebih percaya diri dan menggapai hidup ini untuk lebih baik dan lebih indah, ataukah Anda memilih sebaliknya. Terserah Anda apakah Anda memiliki motivasi sukses luar biasa ataukah hanya biasa-biasa saja. Saya hanya ingin menyodorkan satu hal *rahasia* yang selama ini disembunyikan oleh banyak orang tentang motivasi potensi diri ini. Apakah itu? Satu hal yang selama ini orang sukses ingin agar anda tidak tahu bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri ini adalah bahwa Anda mesti berani menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup! Selama ini yang didengung-dengungkan banyak pembicara adalah hal-hal manis bagaimana caranya untuk bisa meningkatkan motivasi sukses diri. Saya tidak mengatakan hal ini salah, namun baru permukaan luarnya saja. Jam terbang Anda untuk mengasah motivasi potensi diri ini agar bisa meningkat, tidak lain adalah dengan menghadapi kesulitan hidup, tantangan dari orang, serta ejekan orang. Semua ini menurunkan semangat kita. Namun justru dengan kesulitan inilah, Anda ditantang untuk bangkit kembali, untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda lebih tinggi lagi, serta lebih mengobarkan motivasi potensi diri ke level selanjutnya.
Read More.. Read More..Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tentunya untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itu Anda merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi yang lama. Pernahkah merasa begitu? “Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri”Bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul. Lantas apa bedanya antara perasaan dan emosi? Contohnya begini, jika Anda merasa bersalah maka emosi yang muncul bisa ketakutan dihakimi, ingin melarikan diri, dsb. Jika Anda merasa bahagia, emosinya bisa berupa keceriaan, kegembiraan, keinginan berbagi, dsb. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri. Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih. Saya jamin Anda akan termotivasi untuk bekerja. Selain itu ada beberapa tips yang ingin saya berikan agar Anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun: 1. Selalu konsisten Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, “Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”. Saya anjurkan Anda untuk mempraktekkannya. Mulai dengan hal yang sederhana seperti tersenyum dihadapan cermin, mengatakan “Yes” sebelum bekerja, dan banyak lagi. 2. Bertanggung jawab Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda. 3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bervisi sama Kalau Anda mau menurunkan berat badan, pastikan Anda bersama teman-teman yang mempunyai tujuan sama. Kalau Anda ingin membangun bisnis, bertemanlah dengan orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis atau mereka yang mau memulai bisnis. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama. 4. Fokus pada proses, bukan tujuan Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari beban mental karena sekarang Anda memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan. Sekarang Anda lebih tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang Anda perlukan sekarang adalah kemauan kuat untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Seperti apa kata pepatah “Ada kemauan ada jalan”. Selamat mengerjakan dan jangan lupa hargai diri Anda disetiap momen keberhasilan sekecil apapun itu.
Read More.. Read More..Semua orang tentu ingin menjadi seorang yang sukses di dalam bidang apa saja yang sedang digelutinya. Dari sekian banyak orang yang punya keinginan itu, hanya sedikit yang mampu mewujudkannya. Berikut adalah 10 Tips Menjadi Pengusaha Sukses yang sangat penting untuk di ketahui bagi mereka yang ingin sukses di dalam segala usaha mereka. Selamat membaca. 1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu. 2. Semangat dan Kegigihan Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda. 3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses. 4. Berani Mengambil Resiko Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan. 5. Kerja Keras Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga. 6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya. 7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita. 8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya. 9. Berani Menghadapi Kegagalan Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja. 10. Tidak Suka Menunda Seperti kata pepapatah: “Time is money!” Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.
Read More.. Read More..Membuka hati setelah disakiti memang tidak mudah. Karena itu pelajari langkah berikut agar Anda siap berbaikan dengan situasi dan membuka lembaran baru dalam hidup. Empati Sadari bahwa semua orang bisa menyakiti Anda, termasuk orang terdekat. Pikirkan bahwa Anda juga pernah menyakiti seseorang, dan Anda akhirnya menyesal bukan? Begitulah orang lain, mereka tidak bermaksud benar-benar menyakiti Anda dan akhirnya menyesal pula. Bersiap Yang Terburuk Anda harus mempersiapkan diri untuk bagian terburuk sama besarnya dengan bagian terbaik. Jangan mengira jika Anda sudah kenal baik maka orang itu tidak akan menyakiti Anda. Manusia selalu membuat kesalahan. Kendalikan Diri Saat Anda disakiti, coba untuk tidak terlalu reaktif dengan memikirkan kemungkinan ini bukan soal Anda. Seseorang menyakiti bukan karena ingin menyerang Anda secara personal, tapi ada faktor lain, dan Anda terkena imbas. Belajar Menetapkan Batasan Batasan dalam hidup membuat Anda lebih mengenal diri sendiri. Jadi Anda paham sampai mana batas kesabaran, seperti apa Anda ingin diperlakukan, perilaku apa yang menyakiti Anda, yang nantinya berguna untuk mengendalikan diri. Tanyakan pada diri sendiri pertanyaan berikut : Apa yang Anda ingin dalam hidup dan hubungan? Perilaku seperti apa yang menyakiti Anda? Anda ingin orang sekitar berlaku seperti apa sehingga Anda bahagia? Setelah mendapat jawabannya, segera terapkan pada diri sendiri dan komunikasikan dengan orang terdekat. Percaya Diri Sadari bahwa yang paling bisa menolong adalah diri Anda sendiri. Jika orang terdekat menyakiti, siapa yang paling bisa diandalkan jika bukan diri sendiri. Belajarlah untuk percaya pada kekuatan diri. Dapat Dipercaya Jadilah orang yang menyenangkan, dapat dipercaya, jujur, tidak peduli apapun kondisinya. Menjaga komitmen, dan menghormati privasi. Menguatkan Kemampuan Komunikasi Kunci hubungan adalah komunikasi. Karena itu pelajari teknik berkomunikasi agar hubungan Anda terjaga. Belajar menyampaikan pesan dengan halus, tenang, tapi tegas dan tandas. Pelajari kapan Anda bisa berbicara gamblang, bagaimana mengajak orang terdekat bicara terbuka pada kita, dan membuat orang mendengarkan kita. Sumber: 7 Cara Mengembalikan Rasa Percaya Diri Setelah Tersakiti - Yafi Blog http://yafi20.blogspot.com
Read More.. Read More..Mula-mula mari kita pikirkan hal paling buruk apakah yang bisa terjadi dalam hidup kita sebagai seorang manusia? Apakah hal yang paling buruk itu adalah ketika kita kehilangan kekasih kita? Ataukah hal yang paling buruk itu adalah ketika kita kehilangan pekerjaan kita? Ataukah ketika kita mengalami musibah? Bagi saya, sebenarnya hal yang paling buruk yang bisa terjadi dalam kehidupan seorang manusia bukannya yang datang dari luar dan kemudian masuk ke dalam diri manusia. Perkara yang paling bisa menghancurkan manusia bukan sesuatu yang datang dari luar dan kemudian menyergap hidupnya. Entah itu kehilangan pekerjaan, kehilangan kekasih, atau kehilangan pendapatan. Bukan itu, tetapi hal yang paling buruk yang bisa terjadi di dalam kehidupan seseorang adalah ketika orang tersebut kehilangan kepercayaan diri terhadap dirinya sendiri. Istilah lainnya, meminjam bahasa gaul remaja, tidak lagi pede. Orang yang putus asa berarti ia tidak lagi bisa memercayai dirinya sendiri. Hal ini merupakan hal yang paling berbahaya karena keputusasaan datang dari dalam hati seseorang. Sesuatu yang datangnya dari luar, sejalan dengan waktu dapat disingkirkan, tetapi apa yang terjadi di dalam hidup manusia, hanya orang yang bersangkutan itulah yang bisa menyelesaikannya. Berapa banyak orang yang putus asa, yang kehilangan kepedean terhadap dirinya sendiri, dan kemudian merasakan letih lesu, lunglai sehingga merasa tak ada lagi yang dapat dilakukan selain mengakhiri hidupnya. Menurut saya, inilah masalah yang paling besar ketika kita tidak bisa lagi melihat bahwa di dalam hidup kita ada sesuatu yang masih bernilai. Kita akan membahas tentang pergumulan Gideon ketika ia berhadapan dengan Tuhan. Gideon dan bangsanya adalah orang-orang yang sudah putus asa. Mereka sudah kalah. Mereka sadar karena dosa mereka sendiri, mereka dihukum oleh Tuhan. Mereka juga sadar orang Median lebih besar dan lebih kuat. Orang Israel berada pada posisi yang terpojok. Namun, sebenarnya yang lebih berbahaya dari sekadar ancaman orang Median adalah kenyataan bahwa mereka kehilangan kepercayaan diri mereka sebagai sebuah bangsa. Ketika malaikat Tuhan datang, Gideon sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur. Mengirik gandum adalah pekerjaan yang dahulunya biasa dilakukan di udara terbuka. Orang Israel melakukannya di tempat pemerasan anggur yang tersembunyi. Hal ini berarti mereka memang ketakutan setengah mati. Mereka memang tidak punya pilihan yang lain. Mereka memang tidak bisa ke mana-mana lagi selain harus menerima kenyataan bahwa mereka harus menghadapi bangsa yang lebih kuat. Akan tetapi, mereka juga harus mengakui bahwa di dalam diri mereka sudah tidak ada lagi kekuatan, sudah tidak ada keberanian, dan sudah tidak ada lagi semangat untuk melawan. Orang yang jatuh pada keputusasaan yang paling dalam, ia pasti akan kehilangan semangat hidupnya. Akan tetapi, orang yang masih bisa menemukan satu atau dua keindahan di dalam hidupnya, ia akan menjadi orang yang bisa bertahan di dalam tekanan hidup yang seberat apa pun. Semangat bertahan itulah yang tidak dipunyai Gideon. Gideon hanya melihat hidup yang begitu berat, dirinya yang ternyata bukan apa-apa. Ia penuh dengan ketakutan, kecemasan, keputusasaan sampai saat Tuhan menjumpai dan menyapanya. Tuhan berkata, "Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." Gideon tidak menjawab sapaan Tuhan itu dan yang keluar malahan keluhan, "Ah Tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?" Lihat, Gideon tidak mempunyai semangat. Ia tidak memiliki tekad untuk hidup, yang keluar adalah keluhan, keluhan, dan keluhan. Ketika orang sudah kehilangan harapan, sudah tidak lagi dapat memercayai dirinya sendiri dan sudah kehilangan kekuatannya, maka satu-satunya hal yang sering ia lakukan adalah mengeluh. Jika kita sudah mulai banyak mengeluh, bisa jadi itu indikasi bahwa kita sudah mulai letih lesu dan berbeban sehingga kita tidak bisa melakukan apa-apa selain mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Gideon dijumpai Tuhan dalam keputusaasaan yang hebat. Ia tidak bisa mengatakan apa-apa selain keluhan, "Kalau memang Tuhan menyertai kami, mengapa keadaannya bisa begini? Saya ini bisa apa? Saya ini paling kecil di antara seluruh kaum keluargaku. Saya ini tidak bisa apa-apa." Namun, ada sesuatu yang unik di dalam ucapan Tuhan. Memang Gideon lemah, letih, dan dalam ketakutan, serta kehilangan kepercayaan bahkan kepada dirinya sendiri, tetapi Tuhan yang Mahatahu itu berkata, "Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." Perkataan Tuhan itu bisa memiliki dua arti. Jika dalam suasana perang ada orang yang melarikan diri karena ketakutan dan kemudian ia disapa sebagai pahlawan yang gagah berani, maka itu bisa dianggap sebagai suatu sindiran. Akan tetapi, saya rasa Tuhan tidak sedang menyindir Gideon. Tuhan di dalam kemahakuasaan-Nya dan di dalam kemahatahuan-Nya adalah Tuhan yang melihat bahwa di tengah keputusasaan Gideon terhadap hidupnya dan di tengah kegagalan Gideon, bahkan untuk memercayai dirinya sendiri, Tuhan masih memercayai dia. Tuhan melihat jauh ke depan bahwa kelak Gideon yang sekarang penuh dengan keputusasaan dan penuh dengan ketakutan serta kecemasan ini akan menjadi pahlawan yang gagah berani. Ketika Tuhan menyentuh dan menjamah hidup seseorang yang sedang dalam keputusasaan yang paling dalam, maka satu hal yang Ia kerjakan adalah memeriksa hidup orang itu. Tuhan akan mencari hal yang paling indah dan yang paling baik, yang masih bisa Ia temukan di dalam hidup orang itu. Selanjutnya, Tuhan akan bekerja lewat hal yang terindah itu sehingga orang ini menjadi orang yang cakap dan tangguh. Ketika kita kehilangan rasa percaya diri dan menyesali nasib dan kesalahan, kemudian kita mulai menjadi putus asa dan depresi, maka pada saat seperti inilah kita harus membiarkan Tuhan mengubah hidup kita. Kita harus membiarkan Ia menjamah hidup kita. Ia akan menunjukkan bagian-bagian dari hidup kita yang bisa dipakai-Nya untuk membangkitkan kita. Tuhan memahami bahwa ketika manusia putus asa dan kehilangan kepercayaan diri, maka ia tidak memiliki apa-apa lagi untuk dipercayainya. Tidak ada jalan lain, selain Tuhan menjamah orang itu dan membukakan matanya untuk melihat bahwa mungkin masih ada satu atau dua hal baik dan indah di mata Tuhan. Melalui satu dan dua hal itu, Tuhan akan membentuknya menjadi umat yang tangguh. Kadang kala dalam kondisi yang putus asa, depresi, ketakutan, kecemasan, dan kehilangan kepercayan diri, kita justru sering kali lari dari Tuhan. Kita khawatir jika kita datang kepada Tuhan, Ia tidak menerima kita. Kita berpikir sudah cukuplah caci maki orang kepada kita dan sudah cukuplah kesalahan ditimpakan kepada kita. Kita menyalahkan diri sendiri. Kita pikir, kalau kita datang kepada Tuhan, Ia akan melakukan hal yang sama seperti orang lain. Ia akan menunjukkan dosa-dosa dan kesalahan kita? Kita bertanya-tanya, tidakkah Ia akan menghakimi kita? Itulah yang membuat kita akhirnya tenggelam dalam keputusaasaan yang paling dalam karena kita merasa kita akan gagal. Kita merasa Tuhan juga melihat dan menjatuhkan penghukuman yang sama. Padahal tidak. Tuhan tidak pernah melakukan itu. Bagian Alkitab yang lain mengatakan bahwa hati yang hancur dan penuh penyesalan itu adalah hati yang justru akan dijamah Tuhan dan justru merupakan hati yang akan dipulihkan oleh Tuhan. Namun, entah dari mana datangnya ide dan keyakinan bahwa ketika kita gagal, kalah, atau salah, maka itu berarti juga Tuhan tidak mau menerima kita. Tidak! Tuhan adalah Ia yang melihat hal yang paling indah di tengah kehancuran yang sedalam apa pun. Tuhan punya mata yang sangat tajam sehingga ia bisa menemukan satu atau dua titik keindahan di dalam kehancuran hidup kita. Seorang rekan yang berasal dari sebuah latar belakang yang buruk dan terbuang dari keluarga menuturkan kepada saya bahwa Tuhan itu baginya sama seperti seorang pemulung. Dahulu ketika ia gagal, keluarga membuangnya. Dulu hidupnya hancur, ia dibuang oleh orang lain, dan dianggap tidak berharga dan harus dijauhi. Ia bahkan tidak bisa memercayai dirinya sendiri. Akan tetapi, Tuhan seperti seorang pemulung yang di tengah kehancuran hidupnya masih bisa melihat hal-hal yang indah di dalam hidupnya. Di tengah penolakan orang lain, Tuhan masih menerimanya. Di tengah rusaknya hidupnya yang dikarenakan ulahnya sendiri, Tuhan masih bisa menemukan hal-hal baik yang masih bisa diperbaiki. Tuhan mengambilnya dan memulihkannya. Namun, alih-alih berkata seperti rekan saya tersebut, mengapakah kita cenderung memandang Tuhan sebagai seseorang yang berdiri dengan penghakiman dan siap untuk menjatuhkan hukuman? Mengapa kita tidak memandang Tuhan sebagai seseorang yang menanti diri kita dan yang masih tetap percaya kepada kita? Gideon adalah orang yang kehilangan kepercayaan kepada dirinya sendiri. Tuhan menjamahnya dan Tuhan memperlihatkan bahwa di dalam kuasa dan pekerjaan-Nya, Gideon bisa menjadi pahlawan yang gagah berani. Namun, perhatikan reaksi Gideon. Ia tidak bisa berterima kasih dan tidak bersyukur kepada Tuhan, tetapi terus-menerus bersembunyi di balik kelemahannya. Terus-menerus ia menyalahkan keadaannya. Dengan kata lain, ia tidak mau Tuhan membangkitkan kepercayaan dirinya. Tuhan mengubahkan ia, tetapi Gideon bersembunyi di balik situasinya yang tidak menyenangkan. Ia memilih bersembunyi di balik kondisinya yang memang paling kecil di antara kaumnya. Gideon memilih untuk tetap hidup di dalam kelemahan dan keterbatasannya. Padahal, Tuhan sudah menunjukkan bahwa ada sisi yang indah di dalam hidup seorang Gideon. Betapa sering di dalam hidup ini kita berlindung di balik kelemahan dan keterbatasan kita. Ketika Tuhan hendak membentuk hidup kita, kita berlindung di balik kelemahan dan keterbatasan kita. Ketika Tuhan ingin menjamah hidup kita, atau hidup orang lain dengan menegur untuk sesuatu maksud yang baik, kita sering berkata, "Ya, memang sudah seperti ini." Ketika orang bertanya mengapa kita menjalami kehidupan tanpa makna, maka dengan begitu saja kita bebas menyalahkan lingkungan kita dan berkata, "Mau apa lagi?" Jadi, lingkungan asal tempat kita hidup menjadi tempat berlindung yang paling aman dari jamahan Tuhan atas hidup kita. Dulu semasa kuliah, saya tinggal di kamar asrama bersama dengan dua orang teman selama enam bulan sehingga kami mengenali karakter masing-masing. Salah satu teman sekamar saya adalah seseorang sulit memercayai diri sendiri. Setiap menjelang menghadapi ujian, ia selalu berteriak-teriak dan memukul-mukul kepalanya dan mengatakan bahwa dirinya adalah orang bodoh dan pasti tidak dapat mengerjakan ujian. Namun, setiap hasil ujian diumumkan, teman ini selalu mendapat nilai yang paling tinggi di antara kami. Hal ini membuat kami kesal dan kami mendorong dia untuk memiliki rasa percaya diri. Kami katakan bahwa ia sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi ia selalu menolak dan berdalih bahwa ia memang sudah dari kecil begitu dan lingkunganlah yang membentuk dirinya seperti itu. Ia tidak mau merubah perilakunya dan sebaliknya ia berlindung di balik perkataan "memang saya dari dulu sudah begini." Betapa mudahnya kita berlindung pada kelemahan dan ketidakberdayaan kita. Kita memberikan kesan seolah pintu tertutup bagi Allah untuk memproses diri kita. Kita memberikan terlalu banyak alasan yang inti sebenarnya adalah kita tidak mau Tuhan mengerjakan sesuatu yang indah di dalam hidup kita. Sama seperti Gideon yang berkata, "Lihat, kalau Engkau menyertai kami, tidak mungkin bangsa kami berada dalam kondisi seperti ini. Kalau Tuhan memang menyertai kami, tidak mungkin Tuhan melakukannya melalui diri saya. Saya ini kecil." Orang yang kehilangan kepercayaan terhadap diri sendiri akan berhenti di satu titik saja meskipun Tuhan sudah bekerja di dalam hidupnya dan menunjukkan bahwa Ia ingin memproses hidupnya. Ketika Tuhan ingin membangkitkan kita dari keputusasaan melalui proses yang terjadi di dalam hidup kita, kita sering memilih mundur saja. Kita memilih untuk dikuasai ketakutan dan keputusasaan kita. Kita memilih untuk mengeluh mengenai betapa besarnya beban yang ada. Padahal, di dalam kemahatahuan dan kejelian-Nya, Tuhan melihat bahwa sebenarnya ada titik-titik tertentu yang indah di dalam hidup kita yang bisa Ia kerjakan sehingga melahirkan sesuatu yang luar biasa. Proses dari Tuhan akan melahirkan orang yang tangguh dan yang berkemenangan dan yang akan penuh dengan kekuatan. Akan tetapi, syaratnya adalah kita harus membiarkan tangan Tuhan itu masuk di dalam hidup kita dan kalau tangan Tuhan itu masuk ke dalam hidup kita, maka pertama-tama Ia akan membenahi diri kita. Kadang kala kita memohon agar Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita sesuai dengan jalan yang kita pandang benar. Akan tetapi, kalau kita amati, bukanlah demikian cara Tuhan menyelesaikan masalah Gideon. Tuhan menyelesaikan masalah Gideon bukan dengan membuat habis musuh-musuh Gideon, tetapi Tuhan menolong Gideon dengan cara memulihkan kepercayaan diri Gideon terlebih dahulu. Ia memulihkan dulu perasaan Gideon yang merasa bahwa ia ditinggalkan Tuhan. Tuhan memberikan jaminan terlebih dahulu kepada Gideon bahwa Ia besertanya. Cara Tuhan membebaskan kita dari pergumulan dan kehidupan yang menekan adalah dengan bekerja melalui diri kita sendiri yang berada dalam kondisi putus asa. Kita diperbaiki dulu baru kemudian kita bersama-sama dengan Tuhan akan maju menghadapi beban dan pergumulan yang ada. Jadi, jangan pernah lagi berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk membereskan semuanya. Namun, berdoalah supaya Tuhan menjamah hidup kita atau menguatkan diri kita serta memberi kita kepercayaan dan penyertaan-Nya sehingga kita muncul sebagai orang yang tangguh dan berkemenangan. Cara kerja Tuhan berbeda dengan apa yang kita harapkan. Ia tidak menyingkirkan semua masalah, lalu berkata, "Mari Gideon kita maju." Kalau memang semuanya, maka untuk apa maju lagi? Akan tetapi, Ia membereskan Gideon dan hatinya terlebih dahulu dan memulihkan dan kepercayaan dirinya. Setelah Gideon dipulihkan kepercayaan dirinya, maka ia bersama dengan Tuhan muncul sebagai orang yang berkemenangan. Jadi, ketika seseorang putus asa dan letih lesu, Tuhan tidak akan bekerja dengan cara mengubah sesuatu yang di luar dulu, tetapi pertama-tama Tuhan akan berurusan dulu dengan orang tersebut. Kemudian, Tuhan bersama-sama dengan orang ini akan menghadapi seluruh tantangan pergumulan dan kesulitan. Dengan demikian, seperti yang dialami Gideon, sesuatu yang berbeda akan terjadi di dalam hidup orang itu. Mengapa? Karena ia mulai percaya bahwa dirinya tidak dibuang Tuhan. Bahkan, ia mulai merasakan ada Tuhan di dalam hidupnya. Musuhnya tetap sama, bebannya tetap sama besar, kesulitannya tetap masih ada, tetapi yang berbeda adalah diri orang itu sendiri. Seperti Gideon, ia sudah dipulihkan kepercayaan dirinya. Ia sekarang sudah bersama dengan Tuhan sehingga apa pun yang terjadi di luar adalah hal yang akan diselesaikannya bersama dengan Tuhan. Tidak semua dari kita mau mengakui bahwa diri kita putus asa. Tidak semua dari kita mau mengakui bahwa diri kita berada di dalam pergumulan besar. Namun, apa yang sedang kita alami akan tersirat secara tidak langsung melalui apa yang kita ucapkan, misalnya keluhan-keluhan dan ketidakpuasan-ketidakpuasan kita. Hal ini tampak juga ketika kita kehilangan kepercayaan terhadap orang lain atau kepada diri sendiri. Dalam keadaan seperti ini, pertama-tama biarkan Tuhan berurusan dengan kita. Berdoalah meminta, bukan supaya Tuhan membereskan semuanya, tetapi supaya Tuhan berurusan dengan kita. Waktu kita bertanya-tanya, "Apa masih bisa, sedangkan orang tidak memercayai saya? Bahkan, saya tidak memercayai diri saya sendiri." Saya yakin Tuhan bisa. Tuhan ternyata masih percaya kepada kita. Karena itu, jika kita tidak bisa lagi memercayai apa pun: hidup kita gagal, kita dianggap orang yang tidak berguna, kita dianggap orang yang hanya menambahi beban masalah; maka di dalam kondisi seperti itu, mari kita percaya kepada Tuhan. Ia tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan akan menemukan hal-hal indah di dalam hidup kita yang akan menjadi pintu masuk bagi tangan-Nya untuk terus bekerja. Karena itu, saya mohon dengan sangat, janganlah kita melakukan upaya bunuh diri kala kita kehilangan kepercayaan kita. Tolong hargai hidup ini karena hidup adalah anugerah Tuhan. Ingatlah bahwa Ia masih bisa melihat hal-hal yang indah, yang mungkin tidak bisa dilihat oleh siapa pun. Percayalah kepada Tuhan karena Ia pun memercayai Anda. Sumber : wepe.berteologi.net
Read More.. Read More..